Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengapresiasi PT Bukalapak.com Tbk yang baru saja mencatatkan sahamnya di BEI. Saham perseroan dilepas ke publik dengan skema initial publik offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham.
Dalam penawaran umum perdana saham ini, Bukalapak menawarkan sebanyak 25.765.504.800 lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp850,- setiap sahamnya. Sehingga, dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini, sekitar Rp 21,9 triliun.
Dengan dana yang besar ini, disebut-sebut IPO Bukalapak ini menjadi yang terbesar dalam sejarah bursa saham di Indonesia. Hal ini pun diakui oleh Direkur Utama BEI, Inarno Djajadi. Untuk itu, kata dia, pihak BEI pun mengapresiasi IPO BUKA ini – kode saham yang digunakan Bukalapak.
“Kami sangat bangga menyambut Bukalapak ke dalam daftar ternama perusahaan publik di BEI. Momen ini merupakan sebuah tonggak sejarah dan era baru bagi BEI, di mana untuk pertama kalinya sebuah perusahaan startup teknologi unicorn secara resmi mencatatkan sahamnya di BEI,” tutur Inarno.
“Selain itu, dengan jumlah dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp21,9 triliun, menjadikan IPO Bukalapak sebagai yang terbesar dalam sejarah bursa saham di Indonesia,” tutur Inarno lagi.
Dengan kondisi ini, BEI berharap langkah Bukalapak ini akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan teknologi lain guna semakin meningkatkan kapitalisasi pasar modal di Indonesia.
Senada dengan itu, Nicolo Magni, Head of Global Banking for Southeast Asia and India, UBS mengatakan, pihaknya juga sangat bangga dapat mendukung Bukalapak dalam IPO yang amat bersejarah ini.
“IPO Bukalapak sebesar US$ 1,5 miliar adalah yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, sekaligus pencatatan perdana saham pertama oleh unicorn teknologi di bursa efek di Asia Tenggara,” katanya.
Dukungan yang sangat besar dari blue-chip global dan investor regional dan domestik adalah bukti dari peran Bukalapak dalam mengantarkan usaha mikro, kecil, dan sedang ke era digital baru untuk dapat membantu merealisasikan potensi ekonomi negara.
IPO ini juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi Asia Tenggara dapat mencapai valuasi premium untuk bertumbuh dengan permintaan yang signifikan serta menciptakan platform bagi perusahaanperusahaan lain agar bisa memiliki penawaran yang besar dan sukses untuk dicatatkan di BEI atau bursa efek regional lainnya.
Dalam proses IPO ini, Bukalapak juga menunjuk UBS AG Singapore Branch dan Merrill Lynch (Singapore) Pte. Ltd sebagai Koordinator Global Gabungan dan Agen Penjual Internasional (Joint Global Coordinators and International Selling Agents) untuk memasarkan IPO pada investor internasional.
Sementara itu, PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas ditunjuk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Managing Underwriters).
Adapun Penjamin Emisi Efek adalah PT UBS Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT Investindo Nusantara Sekuritas, PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk.
Lalu, PT Philip Sekuritas Indonesia, PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Victoria Sekuritas Indonesia, PT Wanteg Sekuritas, dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia.
FOTO: Istimewa
