TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BRI Optimistis Ekonomi Mulai Pulih Seiring Laju Restrukturisasi yang Melandai

Busthomi
12 August 2021 | 10:16
rubrik: Finance
Pandemi dan Tren Digital, BRI Kurangi Uang Tunai Jelang Lebaran

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 7,07 persen pada kuartal II 2021 membumbungkan asa optimisme kebangkitan ekonomi nasional di kalangan pelaku industri keuangan. Senada dengan hal tersebut, pencapaian kinerja PT Bank Rayat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hingga kuartal II-2021 tercatat tumbuh positif.

Salah satu indikator kinerja BRI yang menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi nasional yakni terus menurunnya angka restrukturisasi kredit terdampak COVID-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto pada pemaparan kinerja BRI kuartal II 2021 di Jakarta, dikutip Kamis (12/8/2021).

Hingga akhir Juni 2021 tercatat restrukturisasi kredit terdampak Covid di BRI telah mencapai sebesar Rp175,2 triliun atau turun sebesar Rp56,53 triliun.

“Sampai Juni, kita sudah on track. Total restruk (restrukturisasi) COVID kita sudah turun kurang lebih Rp56,53 triliun dari akumulasi total loan restructure Covid kita sebesar Rp231,5 triliun,” katanya.

Selama ini, kata Agus, di posisi Juni 2021 itu porsinya tinggal Rp.175,2 triliun. “Jadi ada penurunan sebesar Rp.56,53 triliun yang sebagian besar berasal karena adanya pembayaran, yaitu sebesar 44,3 triliun,” ujar Agus.

Perkembangan ini membuat perseroan makin optimistis ke depannya. “Dengan kondisi ini sudah sangat baik, karena kita bisa menurunkan kurang lebih sebesar 20% dari total outstanding akumulasi restrukturisasi kita sampai dengan Juni. Ke depannya, mudah-mudahan ini bisa terus kita turunkan posisinya dengan lebih agresif lagi,” imbuh Agus.

Keberhasilan BRI dalam mengelola kualitas kredit yang disalurkan juga tercermin dari rasio NPL yakni sebesar 3,3 persen pada akhir Juni 2021. Untuk meng-cover risiko NPL tersebut, BRI juga menyiapkan cadangan atau biasa disebut NPL Coverage di kisaran 254,84%, jadi cadangannya meng-cover 2,5 kali dari jumlah NPL.

BACA JUGA:   Perkuat Layanan, KB Bank Gandeng Group K-Pop Sebagai Brand Ambassador

“Pencadangan yang ditetapkan ini dialokasikan dengan mempertimbangkan kondisi restrukturisasi BRI saat ini. Karena memang kita masih menghadapi restrukturisasi meskipun jumlahnya sudah semakin menurun,” pungkasnya.

FOTO: Istimewa

Tags: bripemulihan ekonomirestrukturisasi kreditsektor perbankan
Previous Post

Di Pembukaan Perdagangan, IHSG Positif

Next Post

Gelar RUPS, Pemegang Saham HIN Sepakat Rombak Direksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR