Jakarta, TopBusiness – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, produksi mobil nasional periode Januari-Juli 2021 sebanyak 588.881 unit, naik 49,4 persen dari periode yang sama tahun lalu,
Sementara untuk whole sales pada periode Januari-Juli 2021 sebanyak 460.105 unit yang naik 40,8 persen, dan ekspor mobil completely built up (CBU) sebanyak 166.069 unit yang naik 38,2 persen.
Penjualan mobil baru sebanyak 460.105 unit pada periode Januari-Juli juga mendekati penjualan setahun penuh pada tahun 2020 yang berjumlah 532.027 unit.
“Dengan demikian, target penjualan mobil sepanjang 2021 sebanyak 750 ribu unit kemungkinan akan tercapai,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi kepada media di Jakarta, Kamis (19/8/2021).
Yohannes mengapresiasi kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) yang terbukti telah menyelamatkan industri otomotif Indonesia. “Terima kasih kepada pemerintah atas relaksasi PPnBM, karena dengan inisiatif itu industri otomotif bisa terselamatkan dan bertumbuh kembali,” kata dia.
Menurut dia, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada 2020 membuat industri otomotif mencapai titik terendah, yakni pada April-Juni 2020 sebanyak 7.868 unit, 3.551 unit dan 12.623 unit secara berurutan. Sedangkan setelah relaksasi PPnBM diberlakukan pada Maret 2021, penjualan naik menjadi 80 ribu unit, mendekati titik normal sebanyak 100 unit mobil terjual dalam satu bulan.
Relaksasi PPnBM, kata Yohannes, tidak hanya bermanfaat pada angka penjualan mobil, namun turut menggairahkan industri otomotif secara luas, misalnya kemampuan perusahaan untuk kembali membuka lapangan kerja karena permintaan mobil baru yang meningkat.
Manfaat relaksasi PPnBM lainnya menurut Nangoi adalah meningkatkan kinerja ekspor sebab Indonesia memproduksi beberapa jenis mobil untuk pasar ekspor antara lain Toyota, Daihatsu, Mitsubishi dan Suzuki. “Ekspor kembali membaik, semoga bisa mencapai 300 ribu unit,” kata dia.
Pendapatan pemerintah juga naik karena volume penjualan menngkat, sehingga penghasilan pemerintah bisa ditingkatkan, khususnya di daerah. Untuk itu, Gaikindo berharap relaksasi PPnBM bisa diperpanjang hingga akhir tahun 2021.
