Jakarta, TopBusiness – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan, tren permintaan produk minyak sawit di pasar global secara umum masih tinggi, meskipun pandemi covid-19 masih berlangsung. Tidak ada penurunan ekspor sawit yang sangat signifikan. Di samping itu, harga minyak sawit di pasar internasional cukup stabil dalam posisi yang tinggi.
“Memang sempat terjadi penurunan permintaan pada awal Maret 2020 ketika Covid-19 masuk pertama kali di Indonesia. Kemudian beberapa negara melakukan lockdown sehingga terjadi penurunan permintaan negara-negara utama tujuan ekspor kita seperti China, India, Pakistan, dan Uni Eropa,” ujar Ketua Bidang Komunikasi Gapki Tofan Mahdi seperti dikutip, Rabu (25/8/2021).
Menurut Tofan, ketika protokol kesehatan mulai diterapkan sehingga kegiatan ekonomi sudah mulai bergerak kembali, permintaan ekspor produk minyak sawit kembali meningkat dan cenderung stabil hingga saat ini.
“Ketika sektor lain menghadapi pukulan yang sangat besar akibat pandemi, sektor minyak sawit masih bertahan. Bahkan sekarang harganya cenderung stabil pada posisi yang cukup tinggi. Saya boleh mengatakan bahwa ini harga yang cukup tinggi dalam jangka waktu yang lama dalam kurun 1 dekade terakhir,” paparnya.
Sekitar 70 persen produk sawit Indonesia terserap untuk pasar ekspor. Di tahun 2020 saja dari total 52 juta ton produksi minyak sawit, mungkin sekitar 30 juta ton terserap di luar negeri. Pada Juni 2021, nilai ekspor produk sawit sebesar US$ 2,118 miliar. Meski turun 30,1 persen dari bulan Mei 2021, devisa dari ekspor sawit masih mencapai 11,4 persen dari total devisa ekspor, yang menunjukkan tetap pentingnya ekspor sawit bagi perolehan devisa negara.
