
Jakarta, businessnews.id — Ketua komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad meminta perusahaan swasta yang tergabung dalam Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) bisa berpartisipasi dengan melakukan initial public offering (IPO) di industri pasar modal.
Ia menyampaikan hal itu dalam acara seminar yang digelar Indonesia Finance Today (IFT) di Jakarta, Kamis (30/114). “Kami mengundang perusahaan-perusahaan untuk go public. Ini diharapkan bisa menjadi alternatif pembiayaan jangka panjang,” katanya.
Menurut Muliaman, sejauh ini arah pembangunan ekonomi Indonesia sangat membutuhkan ketersediaan infrastruktur, namun potensi pembiayaannya sangat kecil. Dia mengatakan, jika mengandalkan pembiayaan dari industri perbankan, maka akan sulit untuk mendapatkan dana jangka panjang.
Muliaman mengatakan, pada umumnya struktur penyaluran pembiayaan dari perbankan hanya memiliki jangka waktu tiga bulan. “Sehingga, hal ini akan sulit bagi pengembangan infrastruktur yang membutuhkan waktu panjang. Pembiayaan ini sangat diperlukan untuk pembangunan ekonomi nasional,” tuturnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan, untuk mendukung keterlibatan perusahaan swasta dalam pembangunan infrastruktur tersebut, saat ini OJK tengah mengembangkan pasar surat utang. “Selain itu, kami juga sedang memperbaiki supply dan demand di pasar modal,” ucap Muliaman.
Dia menambahkan, tahun ini OJK lebih terkonsentrasi untuk meningkatkan jumlah emiten di pasar modal. “Kami akan mengeluarkan road map pasar modal, ini dimaksudkan untuk mengisi gap, agar bisa bersaing pada Asean Economic Community (MEA) 2015. Sehingga, tahun 2015 pasar modal kita sudah baik,” ujar Muliaman. (ABDUL AZIZ/DHI)