TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Masih Ada Risiko, PPRO Diganjar Peringkat idBBB-

Busthomi
31 August 2021 | 15:33
rubrik: Capital Market
Optimistis 2021 Membaik, PPRO Targetkan Marketing Sales Rp1,38 T

Salah satu pusat perbelanjaan milik PPRO. FOTO: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat “idBBB-” untuk PT PP Properti Tbk (PPRO) serta obligasi dan medium-term notes (MTN) yang diterbitkan.

“Kami mempertahankan outlook ‘negatif’ untuk peringkat perusahaan mengantisipasi profil kredit yang berpotensi melemah dalam jangka menengah karena permintaan sektor properti yang lebih rendah, dikombinasikan dengan leverage keuangan yang tinggi,” tutur Aryo Perbongso, analis Pefindo di Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Kata dia, Pefindo memproyeksikan pencapaian pendapatan PPRO akan turun signifikan pada tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan membatasi kegiatan pemasaran properti, proses serah-terima unit properti serta pengembangan proyek. Sementara PPRO tetap harus memenuhi kewajiban keuangan, biaya konstruksi dan belanja modal.

PPRO sendiri berencana melunasi MTN yang akan jatuh tempo di bulan September dan November 2021 dengan menggunakan dana dari penerbitan obligasi pada kuartal tiga tahun ini.

Per 31 Juli 2021, PPRO juga memiliki fasilitas pinjaman pemegang saham yang belum digunakan dari PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk (PTPP, idA/Stable) sebesar Rp 2,1 triliun yang dapat digunakan untuk melunasi kewajiban yang jatuh tempo pada tahun 2021 dan 2022.

Obligor dengan peringkat idBBB, kata dia, memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

“Tanda kurang (-) ini menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan,” katanya.

Peringkat Perusahaan ini mencerminkan posisi PPRO yang strategis bagi induk usahanya, kualitas aset yang baik, dan lokasi property yang relatif terdiversifikasi. Namun, peringkat dibatasi oleh leverage keuangan yang tinggi, proteksi arus kas dan likuiditas yang lemah dan sensitivitas terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.

BACA JUGA:   BEI Suspensi KOPI

“Peringkat dapat diturunkan jika PEFINDO memandang tindakan managemen PPRO menyebabkan risiko refinancing menjadi lebih tinggi atas utang yang jatuh tempo dan/atau memberikan tekanan tambahan terhadap likuiditas,” ujar dia.

Peringkat juga dapat diturunkan jika terdapat indikasi penurunan dukungan induk yang signifikan. Prospek peringkat dapat direvisi menjadi stabil jika perusahaan dapat meningkatkan struktur permodalan dan proteksi arus kas secara signifikan.

PPRO mulai beroperasi pada tahun 1991 sebagai divisi properti PTPP dan didirikan sebagai entitas terpisah pada bulan Desember 2013. PPRO mengembangkan dan menjual apartemen dan perumahan, serta menghasilkan pendapatan berulang dari hotel dan mal.

Per tanggal 30 Juni 2021, pemegang saham PPRO adalah PTPP (64,96%), publik (34,97%), dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (0,07%).

FOTO: Istimewa

Tags: pefindoperingkat utangppro
Previous Post

Hunian Bogor Pas untuk Konsumen Muda

Next Post

IHSG Terkunci Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR