Jakarta, TopBusiness—Gunung Mulia Steel yang sebelumnya melakukan program cuti daya pelanggan listrik 200 kva PLN, kini telah siap kembali beroperasi. Maka, PLN Unit Induk Distribusi Banten (UID) Banten, memberi tegangan pemulihan daya konsumen tegangan tinggi ke perusahaan tersebut.
“Itu sebesar 35.000 kva, di 30 Agustus 2021,” kata Direktur Bisnis PLN Regional Jawa, Madura, dan Bali, Haryanto W.S., secara tertulis hari ini.
“Ini menjadi bukti komitmen PLN selalu siap untuk melayani pelanggan kapan saja. Pada April 2020 lalu ketika awal pandemi, sangat berdampak pada sektor industri. Beberapa pelanggan mengajukan cuti daya. Gunung Mulia Steel saat ini telah siap untuk berproduksinya kembali dan PLN tentunya siap untuk mendukung hal ini,” ungkap Haryanto.
Pemulihan daya listrik Gunung Mulia Steel menjadi bentuk sinergi antarunit PLN di Banten untuk terus mendorong pelanggan produktif di masa pandemi. Estimasi pemakaian minimum Gunung Mulia Steel 18 juta kwh, dengan pendapatan minimum Rp 18 miliar per bulan, serta kapasitas produksi 500 ton baja per tahun.
Gunung Mulia Steel merupakan perusahaan peleburan baja yang berfokus pada produksi baja konstruksi. Proses produksi mengutamakan utilisasi tungku baja (electric furnace) di mana membutuhkan keandalan pasokan listrik yang sangat baik.
Direktur Gunung Mulia Steel, Sukiato Tjahyadi, mengatakan, setelah mengalami rintangan yang cukup banyak selama pandemi, pihaknya bisa kembali energize.
“Kami sangat terbantu dengan dukungan dari teman-teman PLN yang selama ini selalu mendukung kami. Saat ini, kami bisa pulih daya dan energize,” ujarnya.
