Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/09/2021), diestimasikan kembali mengalami tekanan.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via laman samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG akan Turun Lebih Jauh saat Investor Mempersiapkan Data Ekonomi.
Bursa AS ditutup lebih rendah semalam. DJIA tergelincir 0,2%, serta S&P 500 (0,13%) dan Nasdaq (0,57%), karena investor bersiap menghadapi September, bulan paling bergejolak musiman tahun ini. Potensi The Fed untuk mulai tapering sebelum akhir tahun dan dampak varian Delta COVID-19 terhadap perekonomian menjadi beberapa faktor yang menekan pasar.
EIDO turun 1,81%, sedangkan IHSG turun 1,41% pada Rabu (8/9) menjadi 6.026, dengan BBCA, BBRI, dan EMTK sebagai top lagging movers. Net sell asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp 644,8 miliar. Aliran keluar asing terbesar dicatat oleh BBRI (Rp 307 miliar), BBCA (Rp 111,4 miliar), dan MLPL (Rp 60,9 miliar), sedangkan aliran masuk asing terbesar dicatat oleh ASII (Rp 43,7 miliar), diikuti BMRI (Rp 35,4 miliar), dan PTBA (Rp 25,2 miliar). Sepanjang pekan ini (Senin-Rabu), IHSG melemah -1,65%, dengan akumulasi net foreign sell di pasar reguler mencapai Rp 38,3 miliar.
Sebanyak 6.731 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia Rabu (8/9) (Selasa: 7.201), dengan pasien sembuh 11.912 (Selasa: 14.159) dan 626 meninggal (Selasa: 683). Sejauh ini, Indonesia telah melaporkan 4.147.365 kasus dengan tingkat pemulihan 93,5% per 8 September (7 September 93,3%).
Update vaksinasi: sebanyak 985.951 orang di Indonesia menerima vaksin COVID-19 dosis pertama kemarin (9/8) (Selasa: 1.053.235, total: 69,2 juta) sedangkan 555.591 orang menerima dosis kedua (Selasa: 693.889, total: 39,7 juta).
Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia turun menjadi 77,3 pada Agustus 2021 (sebelumnya: 80,2), terutama karena dampak PPKM. “Kami yakin investor baik di pasar global maupun domestik akan memilih menunggu rilis beberapa data ekonomi, termasuk data neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan rilis minggu depan. Selain itu, pasar komoditas kemarin cukup datar. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan tren penurunannya hari ini,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
