TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

JTTS sebagai Pendongkrak Perekonomian Daerah

Albarsyah
9 September 2021 | 16:16
rubrik: BUMN
JTTS sebagai Pendongkrak Perekonomian Daerah

Jakarta, TopBusiness – Dalam rangka memberikan pemahaman mengenai pentingnya proyek  pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi  nasional dan pembangunan daerah, serta untuk mengetahui bagaimana skema pembiayaan  mega proyek JTTS yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), PT Hutama  Karya (Persero) (Hutama Karya) menyelenggarakan HK Academy seri Webinar Nasional  dengan tema: Trans Sumatra Toll Road: Accelerating Indonesia’s Economic Growth Through  Infrastructure Development. 

Digelar secara virtual melalui media zoom dan ditayangkan melalui kanal YouTube Hutama  Karya, Webinar Nasional HK Academy yang diselenggarakan pada Kamis (9/09)  menghadirkan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II, Kartika Wirjoatmodjo,  serta tokoh-tokoh nasional yang berpengaruh terhadap perumusan kebijakan tersebut, diantaranya Menteri Koordinator Perekonomian Periode 2009 – 2014 Bapak Hatta Rajasa,  Deputy CEO Indonesia Investment Authority (INA) Bapak Arief Budiman, Rektor Universitas  Indonesia Bapak Prof. Ari Kuncoro S.E.,M.A., Ph.D, Vice President and Chief Administration  Officer Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Bapak Luky Eko Wuryanto, Pengamat  Kebijakan Publik Bapak Agus Pambagio serta Direktur Utama Hutama Karya Bapak Budi  Harto. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, menyampaikan  bahwa Pulau Sumatra merupakan penyumbang ekonomi nasional terbesar kedua di Indonesia  setelah Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Dengan kekayaan alam berlimpah, Sumatra adalah salah satu mesin pertumbuhan ekonomi  bagi Indonesia. “Dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional serta mewujudkan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah di Indonesia, maka tentunya dibutuhkan infrastruktur yang memadai. Pemerintah menyadari bahwa infrastruktur adalah kunci untuk  menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan di negara berkembang seperti Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur di Sumatra, khususnya Jalan Tol Trans Sumatera  (JTTS) dicanangkan sebagai salah satu proyek infrastruktur prioritas pemerintah.” ujar Kartika dalam keterangan resmi kepada TopBusiness.id.

BACA JUGA:   Smarphone 3G Kian Terjangkau

Lebih lanjut, ia menyampaikan meski manfaat ekonominya yang begitu besar bagi negara, namun harus diakui proyek pembangunan JTTS ini membutuhkan pendanaan dan investasi yang begitu besar. “Disinilah andil dari BUMN sebagai agen pembangunan Pemerintah  semakin nyata, dimana Pemerintah merealisasikan mimpi besar untuk membangun Jalan Tol  pertama di Pulau Sumatra melalui skema penugasan kepada Hutama Karya. Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah memberikan dukungan penuh kepada Hutama Karya dalam bentuk dukungan teknikal maupun pendanaan. Dari segi pendanaan, Pemerintah telah  berkomitmen untuk memberikan capital injection dalam bentuk Penyertaan Modal Negara  (PMN) serta penjaminan pinjaman salah satunya pada penerbitan Global Bonds Hutama Karya  tahun lalu yang mencapai 600 juta US Dolar atau sekitar 9 triliun rupiah. Dukungan lain dari  Pemerintah yakni melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA). INA diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pendanaan bagi Hutama Karya untuk  merampungkan proyek JTTS melalui strategi asset recycling,” terang Kartika. 

Oleh karena itu, seiring dengan peran dan tugas besar yang diemban oleh Hutama Karya,  Kartika menyampaikan harapan dari berbagai pihak untuk mendukung pembangunan mega  proyek JTTS. “Saya mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan  penyelesaian penugasan ini. Saya juga optimis bahwa Hutama Karya dapat terus  bertransformasi dan berbenah untuk mempertahankan neraca keuangan yang sehat sehingga  dapat menjalankan fungsi sebagai agen pembangunan pemerintah dengan keuangan yang  sustainable,” tutup Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN II. 

Selain itu, Menteri Koordinator Perekonomian Periode 2009 – 2014 Hatta Rajasa menyampaikan manfaat akan kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera yang tengah dibangun oleh  Hutama Karya. “Kita perlu secara serius membangun infrastruktur yang mendorong  konektivitas, yang dapat menurunkan biaya logistik, salah satu yang utama adalah membangun  Highway-High-Grade (jalan tol). Kita juga patut bersyukur hari-hari ini kita telah menikmati  sebagian Jalan Tol Trans Sumatera tersebut. Termasuk saya sebagai Putra Daerah Sumsel  sangat menikmati kehadiran jalan tol, semula perjalanan Jakarta ke Palembang memakan  waktu lebih kurang 15 jam, kini sudah bisa ditempuh dalam waktu 7-8 jam. Terima kasih  Hutama Karya atas kerja kerasnya.” ujar Hatta.

BACA JUGA:   Suksesi WIKON BA KSO Konstruksi Rangka Baja Atap Jakarta International Stadium Berhasil di Titik Puncak

Lebih lanjut, ia menyampaikan selain akan mempersingkat waktu tempuh, Jalan Tol Trans  Sumatera memberikan pengaruh terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. “Secara teoritis  keberadaan jalan tol diperkirakan akan meningkatkan kegiatan ekonomi serta berdampak pada  berbagai sektor di Sumatra. Pertama, Pemda dan swasta (investor) akan membangun feeder ke  jalan tol untuk menggali potensi daerah, dengan demikian investasi akan meningkat. Kedua,  terbangunnya simpul-simpul logistik yang akan memperlancar pasokan dan dapat menekan  biaya logistik. Ketiga, meningkatnya PDB daerah secara signifikan akibat multiplier effect.  Keempat, meningkatnya kunjungan wisata. Terakhir yaitu akan tumbuh Kawasan  Perekonomian Baru dan pusat-pusat pemukiman baru yang lebih modern. Pada akhirnya  kesemuanya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Sumatra.” tutup Hatta Rajasa, Menteri  Koordinator Perekonomian Periode 2009 – 2014.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan bahwa  selama ini pertumbuhan ekonomi Sumatra tidak disertai oleh infrastruktur transportasi yang  memadai sehingga kurang memicu pertumbuhan investasi. “Pemerintahan Presiden Joko  Widodo dari awal mengutamakan pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan daerah  masing – masing. Maka pilihan pengembangan infrastruktur yang tepat di Pulau Sumatra  adalah jalan tol. Jalan Tol Trans Sumatera termasuk ke dalam kategori infrastruktur yang tidak  layak secara finansial tapi layak secara ekonomi. Maka dalam hal ini, Pemerintah memberikan  penugasan kepada Hutama Karya. Sampai dengan saat ini, kami telah menerima PMN sejumlah Rp 33 triliun yang telah digunakan untuk membangun berbagai ruas jalan tol di  Sumatra.” ujar Budi.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah berhasil membangun sepanjang ±1.064 km dengan 531  km ruas yang telah beroperasi dan 533 km ruas konstruksi dalam tahap I. “Melihat begitu  pentingnya pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, Hutama Karya  menilai perlu adanya sinergi bersama dalam mewujudkan serta menuntaskan pembangunan  infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera. JTTS diharapkan dapat menjadi katalis pembangunan  regional dan nasional, meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi barang,  mempercepat mobilisasi yang tentunya akan menurunkan biaya logistik dan meningkatkan  daya saing komoditas lokal.” tutup Budi Harto Direktur Utama Hutama Karya. 

BACA JUGA:   Erick Thohir Targetkan Pelabuhan Benoa jadi Wadah Event International

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, turut menyampaikan pandangannya terhadap  pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. “Saya berterima kasih kepada Hutama Karya yang  telah membangun jalan tol ini. Namun untuk pembangunan yang lebih banyak dan lebih baik  perlu juga dilakukan evaluasi kebijakan untuk kelancaran kedepannya. Adapun langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan yakni revisi payung hukum untuk pembangunan JTTS  sesuai perkembangan terkini, penyusunan FS yang memiliki presisi tinggi, libatkan ahli  antropologi dalam penyusunan FS, pastikan dukungan finansial tersedia, peningkatan  keamanan dan keselamatan pengguna jalan tol dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut perlu kita  fahami sehingga JTTS dapat menjadi akses logistik, pergerakan manusia dan tentunya  meningkatkan perekonomian daerah,” terang Agus Pambagio Pengamat Kebijakan Publik. 

Sebagai informasi, Webinar Nasional dengan tema: Trans Sumatra Toll Road: Accelerating  Indonesia’s Economic Growth Through Infrastructure Development tak hanya dihadiri oleh  para tokoh nasional yang ahli dibidangnya, namun acara ini dihadiri pula oleh pewarta media  baik lokal maupun nasional dengan total ±800 peserta. Penyelenggaraan Webinar Nasional ini  diharapkan mampu menjadi wadah untuk bertukar fikiran, merumuskan alternatif-alternatif  baru yang dapat mendukung percepatan JTTS serta dapat memberikan pemahaman atau insight yang luas kepada khalayak umum terkait dengan kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera dan  bersinergi bersama-sama membangun ekonomi Indonesia melalui pembangunan infrastruktur.

Previous Post

Petrokimia Gresik Gandeng PTPN X Perluas Lahan Tebu

Next Post

IHSG di sesi Penutupan Terdongkrak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR