Jakarta, TopBusiness – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) saat ini sedang melakukan feasibility study untuk pembangunan Liquid Natural Gas (LNG) Terminal. Diperkirakan biaya investasinya bisa menelan ratusan juta dolar AS.
“Kami belum menentukan dengan pasti jumlah investasi. Tapi kami percaya ke depan, dengan penjualan tanah di JIIPE maupun tenant yang sudah ada, kami dapat membiayai semua investasi ini melalui cashflow, maupun pinjaman bank ke depannya,” ujar Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoemo dalam keterangan persnya, Senin (13/9/2021).
Selain itu, menurut Haryanto, perseroan juga berencana membangun solar panel di kawasan industri terpadu kawasan ekonomi khusus (KEK) Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur. Hal ini menjadi salah satu proges pengembangan investasi yang sedang dilakukan di kawasan industri tersebut.
“Saat ini kami membangun solar panel itu dengan nilai investasinya hanya kurang dari US$ 1 juta,” ucap dia.
Lebih lanjut, Haryanto menjelaskan, KEK JIIPE Gresik akan berfokus pada pengembangan industri yang berorientasi ekspor dan substitusi impor. Dengan sejumlah fasilitas teknologi yang dimiliki, dia yakin akan banyak banyak menarik minat para investor.
“Kami percaya dengan fasilitas KEK dan utilitas logistk dapat menarik minat banyak industri. Seperti industri kimia, metal, elektronik, farmasi, dan bahan modal,” ujarnya.
KEK JIIPE merupakan kawasan terpadu pertama di Indonesia, dengan luas total 3 ribu hektare. KEK JIIPE terdiri atas kawasan industri, pelabuhan multiguna, pusat logistik, kawasan berikat, kawasan rekreasi, kawasan komersial, dan kota residensial.
Sejumlah perusahaan telah menjadi tenant di KEK- JIIPE, termasuk PT Freeport Indonesia yang akan mengembangkan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
AKR berhak mengembangkan captive power plant hingga 515 MW di JIIPE. Saat ini, KEK JIIPE mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar gas 23 MW untuk memenuhi kebutuhan para penyewa.
“Kami melihat potensi besar untuk mengembangkan panel surya di atap, panel surya di darat, dan di badan air di JIIPE karena kami memiliki kawasan industri yang sangat besar,” ujarnya.
