Jakarta-Thebusinessnews. Hasil survei mencatat ada 800 ribu orang Indonesia yang menyatakan tahu dan berminat untuk berinvestasi di pasar modal.
Survesi itu yang dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan lembaga survei ACNielsen Indonesia , guna mencari data berapa besar minat masyarakat indonesia untuk berinvestasi di pasar modal.
Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan mengatakan, surveri tersebut dilakukan tersebar di 9 kota besar di Indonesia dengan populasi sebanyak 23 juta orang. Dari total populasi tersebut diambil sebanyak 2800 orang sebagai korespondensi.
“Mereka yang kami survei memiliki rentang umur 20-65 tahun dengan tingkat penghasilan lebih dari Rp5 jutaan perbulan,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/11/2015).
Nicky menjelaskan, menurut hasil survei dari total populasi, diasumsikan ada 4 juta orang yang menyatakan mengetahui tentang investasi di pasar modal. Dari jumlah tersebut 20 persennya atau 800 ribu orang menyatakan tahu dan memiliki minat untuk berinvestasi di pasar modal.
Sebagian besar atau 80 persennya menyatakan tidak berminat karena menggap investasi di pasar modal bersifat spekulasi dan beresiko. Selain itu masih banyak juga yang tidak mempercayakan dananya untuk dikelola oleh pihak ketiga atau perusahaan sekuritis.
“Kami edukasikan, investasi saham memang beresiko dalam jangka pendek, tapi dalam jangka panjang tidak. Karena memang kinerja perusahan pasti ada penurunan karena siklus ekonomi, tapi kinerjanya bisa membaik kembali,” pungkasnya.(Az)