Jakarta, TopBusiness—Saat perekonomian Indonesia terdampak Covid-19, PT Prodia Widyahusada, Tbk., cukup diuntungkan oleh telah berjalannya praktik GRC. “Saat terjadinya dampak Covid-19, performa kami bisa disebut cukup memuaskan,” kata Sekretaris Perusahaan dan Kepala Hukum Prodia Widyahusada, Marina Amalia, di Jakarta akhir pekan kemarin.
Dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top GRC 2021 yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga, Marina menjelaskan bahwa untuk tahun pembukuan 2020, Prodia bisa memberikan deviden sebesar 60% dari laba bersih.
Labanya bersihnya untuk tahunnya tersebut di Rp268,75 miliar. Laba kotor di Rp1,04 triliun. Adapun pendapatan bersih di Rp1,87 triliun.
“Market share kami berdasarkan data tahun 2019, sebesar 39,2% untuk pasar laboratorium klinik,” Marina menjelaskan.
Sementara, sampai dengan semester pertama tahun 2021, laba bersih Prodia senilai Rp301,2 miliar.
Dijelaskannya pula tentang infrastruktur praktik GRC di Prodia. Di situ, ada pedoman-pedoman tata kelola.
Di bawah dewan komisaris, ada sejumlah komite. Itu antara lain komite audit, komite manajemen risiko, komite nominasi dan renumerasi, komite tata kelola perusahaan. “Untuk struktur governance, kami mengacu kepada ke peraturan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” dia menjelaskan lagi.
Saat dampak Covid-19 muncul, Prodia pun membuat sejumlah inovasi strategis untuk menghadapi risiko-risiko. Di situ, Prodia mengembangkan risk management guide line. Termasuk di situ adalah risk management process flow chart, dan lain-lain. “Risiko-risiko yang akan datang pun,” Marina mengatakan, “sudah kami perhitungkan.”
Saat ini, ketercapaian keparalelan izin operasional, sudah melebihi 98%.
Investasi
Untuk ke depan, investasi oleh Prodia akan lebih mengarah ke dunia digital. Saat masa dampak Covid-19, sistem digital yang sebelumnya sudah ada, akan diintensifkan oleh Prodia. “Sebagai contoh, kami akan banyak mengarah ke mobile app,” kata Marina.
Dampak Covid-19 justru membuat inovasi yang dilakukan Prodia, bergerak lebih cepat.
Adapun pembukaan cabang baru, dikurangi. Hal tersebut karena cabang yang kini ada sudah memadai. “Jadi, kami akan mengintensifkan layanan digital,” kata dia lebih lanjut.
Sebenarnya, dari total layanan pemeriksaan yang diberikan Prodia, mayoritas tidak berhubungan dengan penyakit virus corona. Layanan yang terkait dengan virus tersebut hanya sebanyak 18%.
“Dengan adanya Covid-19, ada kecenderungan bahwa orang lebih aware ke kesehatannya,” kata Marina.
