TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Erick Targetkan Bursa Indonesia Rajai Asia Tenggara

Albarsyah
29 September 2021 | 16:57
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Menteri BUMN Erick Thohir mendorong perusahaan BUMN untuk melantai di pasar modal. Misi Erick memacu BUMN untuk go public selaras dengan target untuk menempatkan bursa Indonesia menjadi pasar modal terbesar di Asia Tenggara.

Di saat pasar modal di sejumlah negara dunia melambat, bursa Indonesia justru mampu mencatat pertumbuhan positif. Sejak awal tahun, pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan 2,56 persen. 

Erick optimistis dengan semakin banyaknya BUMN maupun anak usaha BUMN yang melantai di bursa akan semakin membuat bergeliatnya pasar modal di Indonesia. “Kami mendorong banyaknya nanti korporasi BUMN untuk go public,” kata Erick dalam sambutan pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/9) kepada Top Business.id.

Erick pun menjelaskan BUMN bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus menggeliatkan pasar modal di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Erick memgapresiasi langkah right issue BRI yang dinilai istimewa. Pasalnya, ucap Erick, right issue BRI dilakukan saat market tengah turbulensi akibat tekanan pandemi. Oleh karenanya, Erick menilai right issue BRI dapat membuat kondisi market lebih bergairah. 

“Ini membuktikan kita punya market sangat besar sehingga pertumbuhan ekonomi akan terus berlangsung,” ujar Erick

Erick menilai tidak banyak negara memiliki posisi seperti Indonesia yang mempunyai market besar. Erick berharap hal ini membuka pemikiran pemegang kebijakan publik bahwa market merupakan aset yang mahal, bukan aset sekadar diperdagangkan banyak pihak.  “Market besar ini harus dipastikan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia,” lanjut Erick.

Foto: Rendy MR

BACA JUGA:   Melantai di Bursa, Saham MOLI Oversubscribe
Previous Post

Tingkatkan Daya Tarik Buat Investor, Kementerian Siapkan Infrastruktur Dasar Kawasan Industri Terpadu Batang

Next Post

4.525 Kantor Pos Jadi Sarana Bank Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR