Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jumat (01/10/2021) akhir pekan, diproyeksikan terjadi aksi ambil untung, pascakenaikan kemarin.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via laman samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Rawan Terkoreksi.
Bursa saham AS ditutup melemah. Dow Jones minus 1,59%, S&P500 1,19% dan Nasdaq 0,44% terkait inflasi dan pemulihan ekonomi. Klaim pengangguran awal pada pekan yang berakhir 25 September naik menjadi 362 ribu, naik dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 351 ribu dan lebih besar dari konvensi sebesar 335 ribu.
Dari pasar komoditas campuran. Harga minyak brent ditutup pada level USD 78,52/barel (-0,15%), dan WTI di level USD 75,03/barel (+0,3%). Batubara baru di level USD 218/ton (+3,6%), CPO sebesar MYR 4.595/ton (+3,1%), emas sebesar USD 1.757/toz (+1,8%), dan timah sebesar USD 33.277/ton (-6,3%), dan nikel sebesar USD 17.972/ton (-1,7%).
Bursa Asia kemarin beragam. Shanghai +0,9%, Kospi +0,3%, Nikkei -0,3%, dan Hang Seng -0,5%. IHSG ditutup menguat 2,0% pada perdagangan kemarin ke level 6.286,9. Total net beli asing kemarin sebesar Rp3,85 triliun. Penggerak terkemuka teratas yaitu pada BBCA, BBRI, TLKM. Pembelian bersih asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 733,1 miliar), BBCA (Rp 648,3 miliar), dan TLKM (Rp 294,2 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh EXCL (Rp 43,2 miliar), ABMM (Rp 38,4 miliar), dan TOWR (Rp 29,2 miliar). Indeks EIDO ditutup +2,46%.
Kasus positif COVID-19 Indonesia turun 13,5% dibandingkan hari sebelumnya menjadi 1.690 kasus dengan daily positive rate sebesar 0,9%. Kasus aktif total mencapai 36.141 dengan 1,1% tingkat infeksi dan tingkat pemulihan sebesar 95,5%. Perkembangan vaksinasi di Indonesia kemarin dosis 1 mencapai 1,25 juta orang yang mencapai 43,7% dari target, pemberian dosis 2 bertambah 700.367 orang.
Dari dalam negeri, berdasarkan RUU Harmonisasi Perpajakan yang dirilis kemarin, DPR menyetujui rencana kenaikan tarif PPN menjadi 11% pada 2022 dan 12% pada 2025. Pagi ini dari pasar regional dibuka melemah, Nikkei -0,71% dan Kospi -0,41%.
“IHSG kami perkirakan rawan terkoreksi mengikuti bursa global dan regional, serta adanya potensi aksi profit taking setelah kenaikan indeks kemarin, namun kenaikan beberapa harga komoditas seperti CPO dan batubara menjadi momentum positif untuk saham-saham komoditas tersebut,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
