Jakarta, TopBusiness – Menurunnya kasus positif Covid-19 berdampak positif bagi sektor pariwisata di Indonesia. Perjalanan ke pusat-pusat wisata memasuki akhir tahun 2021 terus alami peningkatan dan hal ini menjadi peluang investasi bagi para developer.
“Saat ini merupakan waktu yang baik bagi investor untuk mulai mengatur dan mempersiapkan investasi, sementara pasar secara bertahap mulai berkembang,” ungkap Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam siaran pers, Selasa (5/10/2021).
Menurut Ferry, keputusan investasi yang lebih awal dengan memprioritaskan potensi kebutuhan konsumen adalah yang terbaik. Oleh karena itu, investasi yang dilakukan bukan hanya menjadi follower investment, yang hanya akan mendapatkan sisa-sisa investasi, namun menjadi leader investment yang menciptakan konsumen baru, investasi yang terjadi saat investor lainnya menahan diri/mundur.
Selain itu, kata Ferry, dengan adanya insentif pengurangan pajak bagi investor yang diberlakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan peluang investasi pada industri pariwisata, khususnya hotel, bisa menjadi peluang
“Ya, industri pariwisata sudah memasuki fase baru. Para investor, baik lokal, regional, dan internasional, mulai menunjukkan ketertarikan mereka pada Indonesia,” kata Ferry.
Dia menjelaskan, kebijakan pengurangan insentif pajak (Incentive Deduction Tax) yang diterbitkan pemerintah untuk investasi bagi industri pariwisata merupakan awal yang baik. Namun, pelaku industri dan stakeholder lainnya perlu melakukan persiapan dasar yang dapat memastikan investasi yang ditanamkan memberikan hasil yang baik.
“Dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder pada industri ini, seperti dari pemerintah pusat dan lokal, pelaku usaha (pemilik dan pegawai), supplier, hingga penyedia kebutuhan ketenagakerjaan. Jika semua dapat mendukung persiapan dasar tersebut, maka insentif yang diberikan pemerintah akan meningkatkan ketertarikan investor.
