Jakarta, TopBusiness—Per akhir September 2021, sebanyak 75% karyawan Bank DBS Indonesia bekerja dari rumah (WFH/work from home).
“Upaya penerapan WFH adalah salah satu bentuk dukungan kami mendukung program pemerintah Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 dan memutus rantai penyebaran virus itu,” kata Executive Director, Head of Group Strategic Marketing and Communications, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika.
Mona, dalam rilis yang diterima kemarin malam oleh Majalah TopBusiness, menjelaskan bahwa perbankan adalah salah satu dari industri yang dimandatkan pemerintah untuk tetap operasional selama masa PPKM ini.
“Dengan tetap memprioritaskan keamanan karyawan, dan memastikan layanan yang prima bagi nasabah, Bank DBS Indonesia mengupayakan penerapan work from home atau bekerja dari rumah bagi sebagian besar dari karyawannya,” kata Mona.
Hal ini didukung oleh infrastruktur yang kuat, dan juga budaya kerja yang baik. Dengan adanya teknologi, dan kualitas sumber daya manusia yang baik, maka pekerjaan tetap dapat diselesaikan dan produktivitas dapat terjaga, sambil meminimalisir risiko kesehatan di tengah pandemi.
Imbas dari WFH adalah karyawan harus membiasakan diri bekerja di rumah masing-masing. DBS Indonesia memahami bahwa tidak semua karyawan memiliki fasilitas kerja yang memadai di rumah masing-masing.
Oleh sebab itu, bank tersebut menyediakan alokasi dana yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan yang membutuhkan untuk biaya klaim internet dan biaya transportasi menuju dan kembali dari kantor bagi karyawan yang masih harus ke kantor dan tidak memiliki kendaraan pribadi.
“Dana ini dimanfaatkan atas diskresi tiap-tiap manajer lini, untuk memudahkan karyawan ke praktek WFH-nya masing-masing. Kebutuhan akan adanya fasilitas bekerja yang mendukung WFH seperti meja, kursi kerja dan kabinet, perlengkapan pendukung laptop, dapat dibeli melalui alokasi dana dari General iFlex,” papar Mona lagi.
