TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Diestimasikan Bergerak Turun

Agus Haryanto
11 October 2021 | 04:02
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/10/2021), diestimasikan bergerak turun.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakrta, tertera judul Didorong Sentimen Global dan Regional, IHSG diperkirakan melemah.

Pada penutupan Jumat (8/10) pekan lalu, pasar AS bergerak melemah. Index Dow Jones turun 0,03%, S&P 500 0,19%, Nasdaq 0,51%. Isu yang kemungkinan akan menjadi perhatian pelaku pasar pekan ini, antara lain rilis data CPI AS, rapat tahunan IMF dan Bank dunia, serta rilis risalah rapat dari The Feds.

Pasar komoditas terpantau bergerak menguat Jumat lalu. minyak WTI naik 1,63% ke level USD 79,6/bbl, Brent juga menguat 0,72% ke level USD 82,6/bbl. Harga batubara menguat 2,89% ke level USD 238,6/ton, nikel menguat 4,3% ke level USD 19.175/ton, dan CPO menguat 2,3% ke level MYR 5.152/ton. Harga emas terpantau sideways di level USD 1.756/toz).

Bursa Asia ditutup menguat pada Jumat (8/10) lalu. Kospi turun 0,11% sedangkan Nikkei +1,34%. Hangseng menguat 0,4% dan Shanghai 0,7%. Indeks EIDO ditutup menguat 0,78%, sementara IHSG ditutup menguat 1,02% ke level 6.481, dengan net buy asing sebesar Rp 1,7 miliar di pasar regular dan Rp 675,5 miliar di pasar negosiasi. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh BBRI (Rp 435,1 miliar), BBCA (Rp 368,6 miliar), dan BMRI (Rp 358,1 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan SMGR (Rp 76,2 miliar), HRUM (Rp 54,5 miliar), dan EXCL (Rp 23,3 miliar). Top leading movers adalah BBRI, DSSA, dan PGAS, sedangkan BBCA, BYAN, dan MASA menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   IHSG Rawan Profit Taking, Ini 6 Rekomendasi Saham Hari Ini

Terjadi penambahan 894 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (10/10) dengan angka positif sebesar 0,6%. Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 4,2 juta kasus di Indonesia, dengan 4 juta pasien sembuh (tingkat pemulihan: 96%, kasus aktif: 24 ribu ). Terkait vaksinasi, sejauh ini 100 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin (+686 ribu pada Minggu) dan 57,4 juta telah menerima dosis kedua (+500 ribu pada Minggu).

Pagi ini Kospi tutup, sedangkan Nikkei dibuka melemah 0,22%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, seiring dengan sentimen pergerakan bursa global dan regional,” demikian terlihat.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Istri Alm. Dr. Sjahrir Calon Komisaris Lippo

Next Post

Aksi Beli Selektif, IHSG Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR