Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jumat (15/10/2021) akhir pekan, dimungkinkan bergerak menguat.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul Sentimen Positif Global, IHSG Berpotensi Kembali Menguat.
Bursa saham AS ditutup menguat. Dow Jones 1,56%, S&P500 1,71% dan Nasdaq 1,73% hasil 3Q21 beberapa perusahaan yang sudah ke luar lebih baik dari perkiraan. Klaim pengangguran awal pada pekan yang berakhir 9 Oktober turun (12,3% WoW) menjadi 293 ribu, turun dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 329 ribu dan lebih rendah dari konvensi sebesar 315 ribu.
Yield UST 10Y penutupan kemarin di level 1,52 dan USD Index di level 93,98. Dari pasar komoditas campuran, harga minyak Brent ditutup pada level USD 84,01/barel (+1,0%), WTI di level USD 81,31/barel (1,1%), emas sebesar USD 1.798/toz (0,2%), timah sebesar USD 37.055/ton (1,95%), nikel sebesar USD 19.368/ton (2,15%), Batubara baru turun di level USD 254/ton (-0,5%), CPO sebesar MYR 4.877/ton (-2,9%).
Bursa Asia kemarin ditutup campuran. Kospi +1,5%, Nikkei +1,5%, Shanghai -0,1%. IHSG ditutup menguat 1,4% pada perdagangan kemarin ke level 6.626. Total net buy asing kemarin di pasar regular Rp 1,4 triliun dan net buy Rp 147 milyar pasar negosiasi sebesar. Penggerak terkemuka teratas emiten BBCA, EMTK, BBHI. Pembelian bersih asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 219,7 miliar), TLKM (Rp 183,9 miliar), dan BMRI (Rp 156,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh CASA (Rp 410,5 miliar), EXCL (Rp 36,4 miliar), dan ASSA (Rp 23 miliar).
Kasus positif COVID-19 Indonesia turun 14,6% dibandingkan hari sebelumnya menjadi 1.053 kasus dengan daily positive rate sebesar 0,6%. Kasus aktif total mencapai 19.852 dengan 0,5% tingkat infeksi dan tingkat pemulihan sebesar 96,1%. Perkembangan vaksinasi di Indonesia kemarin dosis 1 mencapai 1,62 juta orang yang mencapai 50,1% dari target, pemberian dosis 2 bertambah 1,01 juta orang.
Dari dalam negeri, hari ini akan ada rilis data neraca dagang Indonesia bulan September yang menurut perkiraan konvensi turun menjadi sebesar USD 3,84 miliar (prev: USD 4,74 miliar) dengan perkiraan impor +50,0% yoy dan ekspor +51,6% yoy. Dari pasar regional pagi ini menguat, Nikkei +0,83% dan Kospi +0,80%.
“IHSG kami perkirakan masih berlanjut seiring sentimen positif pasar global, naiknya beberapa harga komoditas, serta masih berlanjutnya pembelian bersih investor asing terutama di sektor perbankan dan komoditas,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
