Jakarta, TopBusiness—Sejumlah sektor seperti pertanian, industri pengolahan dan pertambangan terindikasi memiliki kebutuhan pembiayaan yang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Terutama digunakan untuk mendukung aktivitas operasional, pemulihan domestik serta membayar kewajiban yang jatuh tempo.
Hal itu dijelaskan oleh Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Muhamad Nur, dalam keterangan tertulis untuk media, hari ini.
Menjelaskan hasil Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan BI yang terbaru, ia mengatakan bahwa kebutuhan pembiayaan korporasi pada September meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 11,1%, lebih tinggi dari SBT Agustus 2021 sebesar 0,9%.
Responden menyatakan sebagian besar sumber pembiayaan berasal dari dana sendiri, pinjaman perbankan dalam negeri, dan pinjaman dari perusahaan induk yang terindikasi meningkat.
Hasil survei juga mengindikasikan permintaan pembiayaan baru oleh rumah tangga pada September 2021 masih terbatas, meski sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
“Bank umum masih menjadi preferensi sumber utama penambahan pembiayaan responden rumah tangga, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa kredit multiguna.”
Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru pada September 2021 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompok bank, meningkatnya pertumbuhan penyaluran kredit baru pada September 2021 diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank.
Muhamad Nur mengatakan bahwa peningkatan penyaluran kredit baru pada September 2021 terutama didorong oleh jenis penggunaan kredit modal kerja. Sementara itu untuk keseluruhan periode triwulan III 2021, penyaluran kredit baru juga diprakirakan tumbuh, meski tidak setinggi pertumbuhan triwulan sebelumnya.
