Jakarta, TopBusiness—Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKM) Kementerian Perindustrian RI, Reni Yanita, mengatakan bahwa porang Indonesia tidak mengandung senyawa trimetilamin (TMA), sehingga tepung porang yang dihasilkan tidak berbau amis. “Hal ini yang membuat porang Indonesia sangat diminati oleh pasar luar negeri,” kata dia dalam keterangan tertulis untuk media massa kemarin malam.
“Permintaan global terhadap produk turunan umbi porang sangat tinggi dengan pertumbuhan ekspor tahun 2020 mencapai sebesar 23,35%. Adapun tiga besar negara tujuan ekspor porang, yaitu China, Thailand, dan Malaysia,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Kemenperin siap bekerja keras melakukan pembinaan dalam rangka memercepat pengembangan IKM chip porang dan tepung porang, di antaranya melalui pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan revitalisasi sentra IKM.
Selain itu, ada pengembangan sentra IKM melalui klaster komoditas ekspor dengan basis pemberdayaan masyarakat yang bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), pelaksanaan program restrukturisasi mesin dan/atau peralatan, serta sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP).
“Kami juga punya program Indonesia Food Innovation (IFI) untuk mendorong pengembangan produk turunan porang, program link and match dan peningkatan pasar dalam negeri maupun ekspormelalui pendampingan digital marketing. Hal itu melalui platform marketplace, serta fasilitasi membership pada marketplace global dan pameran,” tandasnya.
Ditjen IKMA berkomitmen untuk menumbuhkan sentra penghasil porang dan para pelaku IKM olahan porang untuk memfaatkan program-program tersebut. Tujuannya untuk dapat meningkatkan kualitas dan pemasaran produk IKM olahan porang sehingga bisa masuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan global.
