TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Turun sebab Pasar Global

Agus Haryanto
25 October 2021 | 04:28
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (25/10/2021) awal pekan ini diproyeksikan turun.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Akan Turun Seiring Penurunan Pasar Global.

Pada akhir pekan lalu (22/10), bursa AS cukup beragam: Indeks Dow Jones naik +0,21%, S&P 500 turun -0,11%, dan Nasdaq merosot -0,82%. Ada beberapa isu yang mungkin mendorong pasar minggu ini, antara lain pertemuan ECB untuk merespons kenaikan inflasi di Eropa, laporan keuangan FAANG (Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Google), dan data GDP AS. Imbal hasil UST 10Y turun menjadi 1,66%, sementara indeks USD turun -0,18% menjadi 93,6.

Harga komoditas sebagian besar naik Jumat lalu; Harga minyak WTI naik +1,79% menjadi USD 84/bbl, Brent naik +0,1 menjadi USD 84,6/bbl, Harga batubara naik +0,66% menjadi USD 230/ton, nikel turun -0,72% menjadi USD 19,787/ton, dan CPO turun – 0,4% menjadi MYR 5,188/ton. Harga emas naik ip +0,5% menjadi USD 1,793/toz.

Bursa Asia ditutup relatif lebih tinggi pada Jumat (22/10): Kospi turun -0,04%, Nikkei naik +0,34%, Hang Seng naik +0,37% dan Shanghai juga naik +0,34%. Indeks EIDO naik +0,41%, demikian pula IHSG (+0,16% menjadi 6,643), dengan net beli asing mencapai Rp 1,1 triliun di pasar reguler dan Rp 56,6 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh BBRI (Rp 406,5 miliar), disusul BBCA (Rp 293,6 miliar), dan BMRI (Rp 113,2 miliar). Sedangkan outflow asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh INDY (Rp50,7 miliar), disusul EXCL (Rp35,7 miliar), dan BUKA (Rp35 miliar). Top leading mover adalah BBCA, TPIA, dan BBRI, sedangkan UNVR, EMTK, dan BBHI menjadi top lagging mover.

BACA JUGA:   Di Pembukaan Perdagangan, Indeks Menanjak

Sebanyak 623 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia pada Minggu (24/10) dengan angka positif 0,3%. Sejauh ini, 4,2 juta kasus COVID-19 telah dilaporkan di Indonesia, dengan 4,1 juta pasien sembuh (tingkat kesembuhan: 96,3%, kasus aktif: 14 ribu). Terkait vaksinasi, sejauh ini 113 juta orang di Indonesia telah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama (+760 ribu pada hari Minggu) dan 67,9 juta telah menerima dosis kedua (+749 ribu pada hari Minggu).

Kospi turun -0,47% pagi ini, sementara Nikkei turun -0,98%. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak turun hari ini, sejalan dengan sentimen negatif dari pasar global dan regional.

Previous Post

Di Akhir Pekan, Indeks Positif

Next Post

Indeks Perlihatkan Pelemahan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR