Jakarta-Thebusinessnews. Bagiinvestor surat utang korporasi harus mewaspadai peringkat utang korporasi. Pasalnya penurunan peringkat atau rating masih terus berlanjut hingga hingga 2016.
Direktur Pemeringkatan PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo), Vony Widjaja menyatakan bahwa fenomena perubahan peringkat sudah terjadi sejak tahun 2014. Namum perubahan peringkat tahun lalu lebih di dominasi oleh perbaikan peringkat sedangkan penurunan peringakat terjadi beberapa korporasi.
Namum pada tahun 2015 lebih di dominasi oleh penurunan peringkat.” Yang kami down grade (penurunan peringkat ) sebanyak 9 perusahaan, dua perusahaan yang kami naikan peringkatnya .” Ujar dia di Jakarta, Selasa,1 Desember 2015.
Sementara untuk outlook stabil menjadi positive sebanyak satu perusahaan, Outlook Stable menjadi negative sebanyak enam perusahaan dan satu perusahaan mengalami perubahan outlook negative menjadi stabil hanya satu perusahaan.
Sementara tahun 2016, Vonie menilai masih ada kecenderungan perubahan rating . Dan kecenderungan tersebut lebih ke arah penurunan peringkat. ” Terutama untu perusahaan berbasis komoditas dan properti”ujar dia . Hal itu,disebabkan harga komoditas dunia masih belum menunjukan perbaikan.
Sementara itu untuk lebih memberi kepastian kepada investor,Pefindo akan melakukan pemantauan secara berkala. Menurut Presiden Direktur Pefindo mengatakan belajar dari pengalaman gagal bayar surat utang BLTA pihaknya melakukan riviu secara kuartalan terhadap korporasi.” Kami rutin melakukan riviu terhadap perusahaan yang kami peringkat.”ujar dia.(az)