Jakarta, TopBusiness—Merger beberapa bank syariah menjadi Bank Syariah Indonesia menyebabkan dampak positif dalam pangsa pasar KPR. Yakni naik menjadi yang keenam nasional.
Hal itu dikatakan oleh Senior Vice President Bank Syariah Indonesia, Ivan Ally (2/10), dalam konferensi pers Lamudi Property Fair 2021.
Ivan mengatakan bahwa pada saat ini, pihaknya di urutan keenam nasional untuk penyaluran KPR.
Pertumbuhan penyaluran KPR pada Bank Syariah Indonesia untuk awal 2021 sampai kini, di atas rata-rata.
“Pertumbuhan kami sebesar 10,4 persen year on year. Sedangkan untuk nasional, di 8,67 persen,” papar Ivan.
Sementara, nilai KPR yang disalurkan Bank Syariah Indonesia sedari awal 2021 sampai kini, senilai Rp39 triliun.
Mayoritas debitur KPR Bank Syariah Indonesia, ia menambahkan, dari Pulau Jawa.
