Jakarta, TopBusiness – Manajemen PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pada tahun 2021 dan 2022 fokus mengurangi kerugian dan menjalankan delapan stream penyehatan keuangan perusahaan. BUMN konstruksi ini memproyeksikan mulai meraih keuntungan pada 2023.
Waskita Karya menyebutkan progres implementasi delapan stream telah berjalan dengan baik hingga kuartal III-2023. Buktinya, pada periode tersebut, perseroan resmi memperoleh dukungan penuh dari pemerintah berupa PMN 2021 untuk menyelesaikan proyek jalan tol.
Selain PMN, perseroan mendapatkan dukungan obligasi penjaminan pemerintah untuk refinancing dan tambahan modal kerja sindikasi dengan penjaminan pemerintah guna mendorong percepatan pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang dicanangkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Dengan demikian, paket lengkap penjaminan pemerintah telah resmi disetujui pada kuartal III-2021 dan akan difinalisasi pada akhir 2021,” jelas manajemen Waskita dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (4/11/2021).
Manajemen perseroan juga mengungkapkan Waskita telah merestrukturisai utang bank, baik pada level perseroan maupun anak usaha yang secara konsolidasian. Perusahaan plat merah ini sudah merestrukturisasi utang bank di level 92,35% dari target.
Melalui restrukturisasi ini, perseroan mampu untuk meningkatkan efisiensi dengan memperpanjang masa fasilitas kredit sampai 2026 dan mendapatkan bunga yang lebih kompetitif. Setelah melaksanakan aksi korporasi dan retrukturisasi, selanjutnya perseroan bakal fokus meningkatkan kinerja operasional dan keuangan dengan likuiditas yang jauh lebih baik.
Perseroan juga akan fokus menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur, sehingga mempermudah proses divestasi yang juga merupakan fokus saat ini dengan tujuan menurunkan kewajiban secara bertahap.
Lebih jauh, perseroan juga terus berupaya meningkatkan capaian nilai kontrak baru yang fokus pada bisnis water infrastructure, airports, top 3 railroad segment, dan international growth serta peningkatan peran komite investasi dan manajemen risiko pada pemilihan proyek-proyek baru tersebut.
Hngga kuartal III-2021, perseroan telah mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp 12,01 triliun, yaitu terdiri atas proyek investasi/business development (68,05%), pemerintah (24,96%), proyek BUMN (4,48%), dan proyek swasta (2,51%).
Berdasarkan tipe proyek, pencapaian kontrak baru tersebut berasal dari Jalan dan Jembatan (58,89%), Bangunan (13,03%), Infrastruktur Air (12,30%), Anak Usaha (11,40%), EPC (3,50%) dan lain-lain (0.88%).
Perseroan menargetkan total kontrak baru pada 2021 sekitar Rp 20,68 triliun dan hingga kini optimistis dapat mencapai target nilai kontrak baru tersebut sampai akhir tahun dengan likuiditas yang jauh lebih baik dan struktur biaya operasional yang lebih efisien dan efektif.
