Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (11/11/2021) diestimasikan turun.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul Kekhawatiran Inflasi Global, IHSG Diperkirakan Melemah.
Bursa AS ditutup. DJIA -0,7%, S&P500 -0,8%, dan Nasdaq -1,7%. Pelemahan bursa AS ini terjadi ditengah rilis data indeks harga konsumen yang naik 6,2% yoy dan merupakan kenaikan terbesar semenjak tahun 1990.
Pasar komoditas terpantau bergerak beragam. Harga minyak turun 3,9% ke level USD 81,3/bbl, timah turun 0,7% ke level USD 37.157,5/ton, batu bara turun 5,8% ke level USD 149,9/ton, sedangkan emas naik 0,8% menjadi USD 1.848,3/ toz, nikel naik 0,9% menjadi USD 19.572,5/ton, serta CPO naik 2,8% ke level RM 4.923/ton.
Bursa Asia kemarin ditutup cenderung melemah. Kospi -1,1%, Nikkei 0,6%, Shanghai 0,4%, dan sebaliknya Hang Seng +0,7%. Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6.683, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 368,8 miliar dan net sell asing di pasar negosiasi sebesar Rp 82,3 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ASII (Rp 252,4 miliar), BMRI (Rp 137,1 miliar), dan BBCA (Rp 106,0 miliar). Sementara itu, penjualan bersih tertinggi tertinggi dicatatkan UNTR (Rp 59,9 miliar), INDF (Rp 35,8 miliar), dan BBRI (Rp 31,7 miliar). Top leading movers adalah ASII, BMRI, dan DSSA, dan top lagging movers adalah ARTO, BBCA, dan UNVR.
Terjadi penambahan 480 kasus baru COVID-19 dengan angka positif sebesar 0,2%. Sementara itu, sebanyak 531 orang dinyatakan sembuh (recovery rate sebesar 96,4%). Terkait vaksinasi, saat ini 127 juta penduduk telah menerima vaksin dosis pertama (+875.981, 61,1% dari target) dan 81 juta penduduk telah menerima dosis kedua (+883.614).
Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei -0,1% dan Kospi -0,7%. “Dengan bursa global, IHSG kami perkirakan mungkin bergerak melemahnya hari ini,” demikian terpublikasikan.
Foto: Rendy MR
