TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RI Dominasi Investasi Digital di Asia Tenggara

Nurdian Akhmad
11 November 2021 | 13:10
rubrik: Business Info
Menteri Wishnutama Dukung Inisiatif Cross-Media Measurement

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness  –  Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungatkapkan, investasi di sektor digital terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Investasi digital di Indonesia bahkan mencapai 38,7 persen dari total investasi di Asia Tenggara.

“Investasi di sektor digital meningkat dari tahun ke tahun, dan mencapai 38,7 persen dari total investasi di Asia Tenggara,” kata dalam diskusi Fintech Summit di Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Menurut Airlangga, investasi tersebut merupakan terbesar baik di sektor e-commerce maupun fintech yang merupakan sektor paling cepat pertumbuhannya. Investasi digital juga semakin banyak diminati investor.

Dalam situasi pandemi Covid-19, digitalisasi terus berkembang. Termasuk di sektor internet banking, uang elektronik, payment system, dan optimalisasi sistem pembayaran. Ini juga meningkatkan kontribusi ekonomi digital, terutama di sektor inklusi keuangan. “Dan nilai ini di 2025 diharapkan bisa menjangkau US$ 124 miliar,” kata Airlangga.

Dengan perbaikan situasi pandemi, ekonomi Indonesia tetap dalam tren positif, termasuk di kuartal III yang tumbuh sebesar 3,5 persen. Pandemik Covid-19 tentu menyebabkan masyarakat mengalami perubahan perilaku.

“Dengan berbagai teknologi baru, jaringan 5G, IoT, blockchain, AI, cloud computing tentu menjadi enabler ekosistem digital. Dan tentu pengembangan ekonomi digital diharapkan bisa membuat berbagai terobosan dan inovasi agar bisa mengakses seluruh sektor yang digeluti masyarakat,” tandasnya.

Perkembangan Industri Fintech

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan industri finansial teknologi (fintech). Potensi tersebut seiring jumlah populasi Indonesia mencapai 272 juta penduduk, di mana sekitar 137 juta merupakan angkatan kerja.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kata Wimboh, pada tahun lalu terdapat 129 juta penduduk Indonesia menggunakan e-commerce dengan nilai transaksi Rp 266 triliun.

BACA JUGA:   Miliki Cadangan Lahan 1.300 Ha, LPKR Perkuat Optimisme Pasar Properti

“Sumber Google dan Temasek, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital nomor satu di Asia Tenggara pada 2025, dengan kontribusi transaksi digital mencapai US$ 124 milliar (Rp 1.736 triliun),” papar Wimboh.

Wimboh menyebut, padahal pada 2019 lalu, Indonesia berada di peringkat keempat, setelah Tiongkok, Jepang, dan AS dalam hal jumlah penduduk yang melakukan transaksi jual beli online melalui platform e-commerce.

Besarnya potensi ekonomi Indonesia, kata Wimboh, mendorong banyaknya pelaku start-up yang bermunculan dengan berbagai bidang, seperti kesehatan, pertanian, pendidikan, dan keuangan.

“Berkembangnya inovasi teknologi di sektor keuangan yang pesat ini, berkat dukungan adanya keseimbangan penyusunan kebijakan akomodatif dan antisipatif terhadap kebutuhan masyarakat, perkembangan industri keuangan serta keberpihakan kepada kepentingan perlindungan konsumen dan penegakan hukum,” tutur Wimboh.

Diketahui, hingga 25 Oktober 2021, terdapat 104 fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK, yaitu 101 fintech lending berizin dan tiga fintech lending berstatus terdaftar.

Data September 2021, akumulasi penyaluran dana tetap tumbuh positif mencapai Rp262,93 triliun atau meningkat 104,30 persen (yoy), sedangkan outstanding pinjaman sebesar Rp27,48 triliun atau tumbuh 116,18 persen (yoy).

Selain itu, sampai dengan Oktober 2021 terdapat tujuh fintech securities crowdfunding, dan 81 fintech Inovasi Keuangan Digital (IKD).

Tags: fintechinvestasi digitalojk
Previous Post

Pacu PEN, SMF Kucuri Bank DKI KPR Syariah Senilai Rp479 M

Next Post

Kolaborasi Pluang-grow dan UOB Asset Manajemen Dorong Investasi Reksadana Berbasis ORI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR