Jakarta-Thebusinessnews.Pengembangan industri kreatif nasional ini harus melalui kajian mendalam, jika perlu dengan kajian market intelijen. Mengali potency lokal yang layak dijual keluar negeri. Dan juga tidak lupa setiap pelaku usaha industri kreatif harus didampingi oleh designer.
Direktur Pengembangan Produk Eksport Kementerian Perdagangan RI, Sulistywati, menegaskan, dalam meningkatkan daya saing produk nasional ini harus dilakukan lintas departemen, seluruh stake holder, pemerintah, pengusaha, akademisi, designer, ini harus melibatkan banyak pihak, jadi bukan sendiri-sendiri dan juga harus terus menerus. Lagi pula bagi pengusaha harus pula mendaftarkan produk mereka segera mungkin Kemenkumham dalam bentuk kekayaan intelektual,”Agar para pengusaha tersebut tidak dirugikan dengan hak ciptanya tersebut.”ujar dia Di Jakarta,Minggu,6 Desember 2015
Sebenarnya banyak produk unggulan dari industry kreatif yang bisa menebus pasar dunia, terang Sulis. Akan tetapi karena para pengusaha kita lemah dalam design. Oleh sebab tegas Sulis lagi, sebaiknya para pengusaha ini juga harus didampingi dengan para designer agar bisa menerjemahkan apa yang diingini para buyer di luar negeri, tegas Sulis.
Sulis menceritakan pengalaman dengan pengrajin lampu di Jogyaketika itu pengrajin lampu didampingi designer yang menciptakan “lampu pincuk” yang merupakan kekayaan dan kearifan local Jogja dengan pincuk tersebut sebagai wadah makan pecel di Jogya. Setelah diproduksi lampu pincuk tersebut dan dipamerkan di Amerika, design lampu pincuk tersebut laku dengan harga 500 jutadengan bahan tembaga. Jadi designer dan produksi harus berkolaborasi mengali kearifan local, tegas Sulis dalam diskusi Hello industry kreatif Japnas.(al)