Jakarta, TopBusiness – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) secara resmi telah mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan melakukan aksi korporasi ini melalui skema initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham.
Tercatat dalam perdagangan perdana hari ini, Senin (22/11/2021) itu, saham MTEL langsung bergerak terkoreksi ke level Rp790 dari harga penawaran umum senilai Rp800 per saham.
Namun setelah itu, saham MTEL kembali melonjak ke rentang Rp790-Rp850 per saham di perdaganagn awal Sesi I itu. Dan kemudian masih tertahan di posisi Rp795, dengan volume transaksi sebanyak 3,5 juta lot. Sehingga, nilai transaksi di awal perdagangan hari ini tercatat senilai Rp278,25 miliar.
Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), emiten ke-41 di 2021 ini menawarkan saham kepada publik sebanyak 22.920.512.000 lembar bernilai nominal Rp228 per saham atau setara dengan 27,63 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Adapun harga penawaran saham sebesar Rp800 per saham, maka pada aksi korporasi ini perusahaan bidang jasa penyedia menara ini mampu meraup dana publik sebanyak Rp18,34 triiun.
Manajemen anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk itu menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek. Sedangkan penjamin emisi efek adalah PT HSBC Sekuritas Indonesia, PT JP Morgan Sekuritas Indonesia dan PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia.
Rencananya, sebesar 90 persen dari dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan sebagai belanja modal (capex), sedangkan sisanya untuk modal kerja.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan, bahwa dana dari hasil penawaran umum perdana (IPO) akan digunakan mengembangkan kompetensi dan kapabilitasnya menjadi perusahaan unggul profesional transparan.
“Kami pahami perubahan teknologi yang cepat akan mengakselerasi seluruh kompetensi Mitratel baik saat ini maupun waktu mendatang. Hal ini telah dirumuskan dalam bisnis plan yang tak hanya semata-mata pada bisnis menara telekomunikasi, tapi berkembang menjadi infrastructure company yang siap untuk mendukung era 5G dan kelanjutannya,” katanya, usai acara listing secara virtual, di Jakarta, Senin (22/11/2021).
FOTO: Rendy MR (ilustrasi)
