Jakarta, TopBusiness – Seiring kebangkitan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi covid-19, PT Dharma Polimetal mengaku optimistis penjualan otomotif ke depan bakal semakin meningkat. Hal itu mendorong penjualan komponen otomotif pada 2022 yang ditargetkan perusahaan naik 20 persen.
Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan, berdasarkan data perusahaan, densitas industri otomotif di Indonesia masih jauh tertinggal dibanding dengan negeri tetangga seperti Malaysia bahkan Thailand.
Industri otomotif di Indonesia densitasnya masih rendah, yakni 77 unit per 1.000 penduduk dibandingkan dengan Thailand yang 260 unit juga dengan Malaysia.
“Berdasarkan data itu, kami yakin industri otomotif Indonesia dapat bertumbuh 4 sampai 5 kali dari sekarang,” kata Irianto kepada media seperti dikutip, Selasa (23/11/2021).
Pertumbuhan penjualan itu juga didukung dengan kebijakan pemerintah yang membebaskan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diberikan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif sebagai salah satu backbone perekonomian Indonesia. Dengan demikian, serapan kerja akan naik dan meningkatkan gross domestic product (GDP) per kapita.
Momen ini akan dimanfaatkan Dharma Polimetal dengan terus memperkuat kemampuan R&D dan engineering serta meningkatkan kapasitas produksi produk komponen otomotif seiring dengan bangkitnya sektor otomotif nasional tahun ini dan prospek pertumbuhan produk baru yang terus meningkat di masa datang.
Sebab itu, Dharma Polimetal menilai saat ini menjadi saat yang tepat untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 705.882,300 saham atau sekitar 15 persen dari jumlah modal yang disetor penuh.
“Di sisi lain, meski kami IPO pada saat pandemi, IHSG tetap menarik dan mampu bertahan. Alasan lain, dengan langkah kami IPO saat ini, tahun depan kami tinggal berekspansi dan tidak ketinggalan persaingan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dengan rentang harga penawaran antara Rp 500 hingga Rp 620 per sahamnya, perseroan berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 352,9 miliar. Dana dari aksi korporasi tersebut, sebanyak 70 persen akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka ekspansi bisnis.
Dharma Polimetal akan membangun pabrik baru di area 0,48 hektare pada lahan perseroan di Cikarang, Jawa Barat. Dharma Group juga bakal menyerap 16 persen dana IPO untuk penambahan modal ke anak usaha, yaitu PT Dharma Precision Parts dan PT Dharma Controlcable Indonesia.
