Jakarta, TopBusiness – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memprediksi, transaksi pada platform digital e-commerce tahun 2022 bakal meningkat jadi Rp 530 triliun, dibandingkan Rp 403 triliun pada tahun ini.
Sementara transaksi uang elektronik juga diprediksi meningkat menjadi Rp 337 triliun di 2022. Di 2021 transaksi uang elektronik Rp 289 triliun.
Sedangkan transaksi digital banking juga diproyeksi meningkat menjadi Rp 48.000 triliun. Saat ini transaksinya di 2021 sebesar Rp 40.000 triliun.
“Uang elektronik Rp 337 triliun, dan digital banking lebih Rp 48 ribu triliun. Sinergi dan inovasi kunci untuk bangkit dan optimis. Ekonomi nasional akan pulih tahun depan. Inilah semangat BI,” kata Perry dalam Pertemuan Tahunan BI, Rabu (24/11/2021).
Hingga kuartal III 2021, transaksi uang elektronik tercatat naik 45,05 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp209,81 triliun. “Nilai transaksi uang elektronik sampai dengan triwulan III 2021 meningkat sebesar 45,05 persen (yoy) menjadi Rp209,8 triliun,” kata Perry.
Perry menambahkan, transaksi tersebut diproyeksikan meningkat sebesar 38,75 persen (yoy) hingga mencapai Rp284 triliun untuk keseluruhan tahun 2021. Demikian pula dengan nilai transaksi digital banking.
Sampai dengan kuartal III 2021, nilai transaksi digital banking mencapai 46,72 persen (yoy) menjadi Rp28.685,5 triliun. Angka ini diproyeksikan akan tumbuh 43,04 persen (yoy) mencapai Rp39.130 triliun untuk keseluruhan tahun 2021.
