TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Berpeluang Terkoreksi

Agus Haryanto
26 November 2021 | 06:24
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (26/11/2021) akhir pekan ini berpeluang terkoreksi.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul Ancaman Varian Baru Covid-19, IHSG Berpeluang Terkoreksi.

Bursa saham AS kemarin ditutup penutupan hari raya Thanksgiving. Pada FOMC Minutes Last, The Fed menyatakan akan mempertimbangkan untuk mempercepat pembelian pada pertemuan 14-15 Desember mendatang sehingga bank sentral dapat meningkatkan suku bunga lebih cepat jika inflasi terus meningkat.

Dari pasar komoditas bergerak beragam yang terkoreksi. Batubara baru menguat di level USD 185/ton (+0,5%), CPO menguat di level MYR 4.923/ton (+0,3%), nikel turun ke USD 20.725/ton (-0,9%), timah melemah ke USD 39.740/ton (-0.6%), minyak WTI ditutup USD 78,03/barel (-0,4%), dan emas flat (-0,01%) ke USD 1.791/toz.

Bursa Asia kemarin ditutup campuran. Nikkei +0,67%, Hang Seng +0,22%, Shanghai -0,24%, Kospi -0,47%. Sementara IHSG ditutup menguat +0,24% pada perdagangan kemarin ke level 6.699. Total total net sell asing kemarin sebesar Rp 14,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler Rp 203.0 miliar dan net sell asing di pasar sebesar Rp 217,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dari TLKM (Rp 410,9 miliar), BMRI (Rp 87,9 miliar), dan DEPO (Rp 36,2 miliar). Top leading mover emiten TLKM, BMRI, DCII, dan top lagging mover emiten BBCA, EMTK, BUKA. Indeks EIDO ditutup kemarin.

Kasus positif Covid-19 Indonesia (25/11) bertambah 372 kasus (-17,5% dibanding hari sebelumnya) dengan daily positive rate sebesar 0,2%. Total 293 orang yang dinyatakan sembuh kemarin dengan tingkat pemulihan sebesar 96,4%. Meskipun kasus Covid di Indonesia menurun, namun darurat pertemuan WHO pada Jumat ini terkait adanya varian baru B.1.1.529 yang ditemukan di Afrika Selatan membuat kita harus tetap waspada.

BACA JUGA:   Indeks Komposit Jakarta Positif 1,25 Persen

Pada pasar regional pagi ini dibuka melemah, Nikkei dibuka -0,59% dan Kospi -0,24%. “IHSG kami memperkirakan bergerak melemah seiring melemahnya bursa regional dan beberapa harga komoditas, serta ancaman dari varian baru Covid-19,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Pemerintah Daerah Miliki Akses Saham Migas

Next Post

Berkat JTTS, Penjualan Semen Padang Tetap Terjaga Saat Pandemi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR