TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IOG 2021 Resmi Dibuka, Pemerintah Tegaskan Posisi Strategis Industri Hulu Migas

Albarsyah
29 November 2021 | 11:05
rubrik: Ekonomi
SKK Migas Berikan Insentif pada KKKS

Jakarta, TopBusiness – “The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021” (IOG 2021) resmi dibuka. Pemerintah menegaskan dukungannya atas posisi strategis dan usaha pengembangan industri hulu migas untuk penyediaan energi di masa depan.

Implementasi strategi pengurangan emisi karbon merupakan kunci sukses kesuksesan industri hulu migas. Forum bertaraf internasional ini digelar pada 29 November – 1 Desember 2021, di Nusa Dua, Bali.

Pembukaan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Ditegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia tetap melihat industri hulu migas sebagai pendorong perekonomian yang kuat dan berkelanjutan.

“Di masa depan kita memiliki visi bahwa industri hulu migas tetap menjadi pendorong perekonomian yang kuat dan berkelanjutan, tidak hanya dengan menciptakan nilai tambah tetapi juga meningkatkan pembangunan infrastruktur di daerah, terutama untuk daerah pedesaan, terisolasi, dan tertinggal,” kata Luhut, saat mewakili Presiden Joko Widodo membuka IOG 2021.

Konvensi IOG 2021 yang digelar secara hybrid, merupakan konvensi terbesar industri hulu minyak dan gas bumi terbesar Indonesia. Penyelenggaraan tahun kedua ini mengangkat tema Progressing Toward Road to 1 Million BOPD and 12 BSCFD. Konvensi merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun 2020, yaitu untuk mendukung visi industri hulu migas tahun 2030 untuk mencapai target produksi minyak sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030.

Bahasan kali ini lebih dipusatkan kepada upaya industri hulu migas meningkatkan produksi di tengah komitmen Indonesia untuk mensukseskan program pengurangan emisi karbon. Untuk memperkuat visinya, pada konvesi tersebut juga dilakukan penandatanganan SKK Migas – BP Indonesia untuk penerapan CCUS di proyek pengembangan Lapangan Forwata di Papua.

BACA JUGA:   Sukseskan Presidensi G20, Sherpa Track Meeting ke-2 Digelar di Labuan Bajo

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dalam sambutannya mengatakan industri hulu migas tetap menempati posisi strategis, kendati pada saat yang sama Indonesia juga memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan.

“Industri hulu migas – utamanya gas yang memiliki kandungan karbon rendah, akan menjadi penyokong utama energi pada masa transisi energi. Keberadaannya juga akan menggantikan energi-energi fosil yang memiliki kandungan karbon tinggi, seperti batubara,” katanya.

Oleh karena posisinya, tegas Arifin, industri hulu migas tidak akan serta merta ditinggalkan di tengah era peralihan energi mengingat industri ini merupakan salah satu pilar energi dan pilar ekonomi Indonesia. Multiplier Effect sektor ini dirasakan sampai ke sektor-sektor pendukungnya. Agar sukses memerankan posisinya, industri hulu migas juga harus melakukan strategi-strategi untuk menurunkan emisi carbon di lapangan, seperti yang mulai dilakukan Indonesia saat ini.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan visi bersama industri hulu migas tahun 2030 merupakan upaya industri hulu migas untuk memberikan karya terbaiknya, termasuk menciptakan transisi yang mulus dalam masa peralihan energi.

Menurutnya, untuk dapat memberikan kontribusi maksimal, industri hulu migas memerlukan investasi yang signifikan dan partisipasi aktif dari para pemain domestik dan internasional. “Konvensi ini diharapkan dapat menjadi platform untuk perubahan Industri Hulu Migas yang mampu memberikan: tingkat imbal balik (IRR) proyek yang kompetitif; memberikan stabilitas peraturan; mampu mendorong kegiatan eksplorasi untuk Giant Discovery, dan yang paling utama menciptakan ekosistem hulu migas yang bersinergi dengan Peta Jalan pengembangan Net Zero Emision pada tahun 2060 atau lebih cepat,” kata Dwi Soetjipto kepada TopBusiness.id.

SKK Migas berharap Konvensi IOG 2021 dapat mengidentifikasi kebijakan dan strategi meningkatkan daya tarik investasi di Hulu Migas Indonesia dari kondisi dunia yang semakin kompetitif, melakukan diskusi dan identifikasi dampak kondisi global, utamanya LCI dan energy transition pada Industri Hulu Migas, meningkatkan kolaborasi antar para investor dan pemangku kepentingan, mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan terhadap rencana strategi IOG 4.0 sehingga bisa mempercepat implementasinya, dan terakhir pemberian penghargaan atas pencapaian kinerja KKKS di dalam industri Hulu Migas.

BACA JUGA:   INDEF: BI Sulit Turunkan Suku Bunga Acuan

 Sebelumnya pada IOG tahun 2020 yang dihadiri lebih dari 10.000 orang secara online, telah menghasilkan rumusan strategi mencapai visi target produksi 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas pada 2030. Pada tahun ini, visi bersama itu dicanangkan oleh Presiden RI menjadi arah kebijakan dan strategi sub sektor sumber daya minyak dan gas. Hal itu tertuang di dalam lampiran pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada HUT ke-76 RI, 16 Agustus 2021.

Previous Post

PLN: Standardisasi Akan Percepat Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik

Next Post

Sehari, Smartwatch Huawei Terjual Lebih 2.000 Unit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR