TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Diestimasikan Lanjutkan Penguatan

Agus Haryanto
30 November 2021 | 06:24
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (30/11/2021) diestimasikan lanjutkan penguatan.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG akan Naik saat Pasar Global Rebound.

Saham Amerika bangkit kembali setelah aksi jual besar-besaran pada hari Jumat, setelah Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk penguncian ekonomi menyusul munculnya varian Omicron dari COVID-19. Dow Jones naik 0,68%, seperti halnya S&P 500 (1,32%), dan Nasdaq (1,88%).

Beberapa data ekonomi dijadwalkan untuk dirilis minggu ini, termasuk data IMP manufaktur Markit, data klaim pengangguran awal (kontra: 245.000), dan non-farm payroll (kontra: 550.000).

Harga komoditas sebagian besar bangkit. Minyak WTI naik 0,98% menjadi USD 70,79/bbl, diikuti oleh Brent (0,16% menjadi USD 73,72/bbl), nikel (1,14% menjadi USD 20,195/ton), dan CPO 0,14% menjadi MYR 4.858/ton. Batubara turun 10,50% menjadi USD 157,5/ton, sementara emas relatif datar (+0,07% pada USD 1.786/ton).

Bursa Asia ditutup melemah Senin (29/11) di tengah kekhawatiran penyebaran varian Omicron. Kospi turun 1,5%, begitu pula Nikkei (1,6%), Hang Seng (0,95%), dan Shanghai (0,04% ). Indeks EIDO ditutup naik 1,57%, sedangkan IHSG naik 0,71% menjadi 6,608.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,03 triliun di pasar reguler dan net buy Rp 140,1 miliar di pasar negosiasi. Arus keluar asing terbesar di pasar reguler tercatat ASII (Rp 176,3 miliar), disusul BBCA (Rp 173,8 miliar) dan BMRI (Rp 170,2 miliar). Sementara itu, aliran masuk asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh TLKM (Rp 101,6 miliar), diikuti oleh ITMG (Rp 30,7 miliar) dan ARTO (Rp 22,2 miliar). BBCA, TLKM, dan ARTO menjadi top leading mover, sedangkan UNVR, BRPT, dan CPIN menjadi top lagging mover.

BACA JUGA:   Bukukan Laba Rp298,1 Miliar, RUPST JSPT Sepakat Bagi Dividen Rp25 per Lembar Saham

Sebanyak 176 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia Senin (29/11) dengan angka positif 0,1% (tingkat kesembuhan: 96,4%, kasus aktif: 7,9 ribu).

Kospi dibuka lebih tinggi pagi ini (+0,93%), begitu pula Nikkei (+1,44%). “Kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan pergerakannya hari ini, sejalan dengan pergerakan pasar global dan regional serta meredanya kekhawatiran atas dampak varian Omicron terhadap perekonomian,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

SKK Migas Susun Roadmap Low Carbon Inisiatif

Next Post

Erick Thohir Kukuhkan Pengurus Baru Forum Humas BUMN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR