Jakarta, TopBusiness – PCPI didirikan di Surabaya pada tanggal 6 November 2017 berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-0015969.AH.01.07 tahun 2017 yang disahkan berdasarkan akta pendirian nomor 64 tanggal 16 Oktober 2017.
Perkumpulan chef profesional Indonesia (PCPI) ini didirikan dengan latar belakang keprihatinan sebagai pelaku kuliner, serta minimnya asosiasi-asosiasi kuliner yang ada untuk benar-benar memikirkan kesejahteraan para chef profesional dan seluruh pelakunya. Untuk bisa bersaing di kancah regional, nasional dan internasional juga potensi besar yang bisa dikembangkan dari kuliner Indonesia saat ini masih belum digarap secara maksimal.
Dalam kondisi masa pemulihan serta masa era kenormalan baru dari pandemi Covid-19 yang sudah melanda seluruh dunia, khusus Indonesia yang mengakibatkan terpuruknya kegiatan ataupun dampak ekonomi bagi para pelaku kuliner. Hal itu menyebabkan PCPI berkolaborasi serta berusaha untuk membangkitkan kembali semangat, serta potensi yang dapat dikembangkan bersama baik dari internal ataupun eksternal organisasi.
Mengingat hal tersebut, Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) DPD DKI Jakarta menyelenggarakan KOPDAR (KOPI DARAT) dan TEMU SILAHTURAHMI LINTAS ORGANISASI CHEF DI DKI JAKARTA. Dengan mengangkat tema “Bangkit insan kuliner pascapandemi menyongsong era baru dengan kuat dan sigap “
Agenda acara tersebut dihadiri oleh 100 orang dari 5 Korwil PCPI DPD DKI Jakarta, serta PCPI DPD terdekat dan 11 organisasi chef yang ada di DKI Jakarta.
Didalam rangkaian acara ini juga ada agenda atraksi spinning pizza dan mie lamien show yang di persembahkan para talent PCPI DPD DKI Jakarta.
Juga turut menghadirkan narasumber yang berkompeten untuk kegiatan talk show. Serta di-support juga para pelaku usaha HORECA sebagai bagian dari sponsor.
“Tujuan dari kegiatan tersebut untuk memperkaya dan mempertahankan khazanah kuliner nusantara bersama sama para ahli dan pelaku kuliner Indonesia untuk diperdayakan mengangkat warisan budaya kuliner nusantara Indonesia dan mampu berkiprah di dunia Internasional, untuk menggali sumber daya seluruh warisan kuliner nusantara untuk menjadi identitas kebanggaan bangsa yang diakui dunia Internasional, serta bangkit dari dampak pandemic yang menggerus bisnis makanan dan minuman di Indonesia khusus nya serta Internasional secara umum,” kata, Andreas Triyanto, selaku ketua DPD DKI Jakarta, dalam keterangan resmi.

