TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Investor ‘tidur’ Menyemut,Yang Aktif 37 Persen

Nurdian Akhmad
16 December 2015 | 14:44
rubrik: Business Info

Jakarta-Thebusinessnews Per November 2015, jumlah investor aktif di Indonesia per tahun hanya sebesar 37% atau 149.817 SID (single investor identification) dari total jumlah investor pasar modal di Indonesia yang saat ini berjumlah 427.068 SID. Data di OJK per tahun 2013 menunjukkan tingkat pemahaman (literasi) masyarakat Indonesia terhadap pasar modal dan tingkat utilitas produk pasar modal masih rendah jika dibandingkan dengan 5 industri jasa keuangan lainnya di Indonesia.

 

Untuk Itu, PT Bursa Efek Indonesia dan dua lembaga SRO melanjutkan program kampanye berskala nasional Yuk Nabung Saham dengan menggelar pameran bertajuk “Yuk Nabung Saham Expo”. Bertempat di Main Hall Gedung BEI, acara Yuk Nabung Saham Expodiselenggarakan pada tanggal 16 hingga 18 Desember 2015 mulai pukul 08.30 sampai dengan 18.00 WIB.

 

Diikuti oleh 21 perusaahaan sekuritas, 7 manajer investasi, dan 3 bank rekening dana nasabah, Yuk Nabung Saham Expo diselenggarakan sebagai sarana peningkatan edukasi pasar modal secara langsung kepada masyarakat dan sarana peningkatan utilitas produk pasar modal. Melalui Expo ini masyarakat dapat membuka rekening efek, baik rekening saham maupun rekening reksa dana secara on the spot selama Expoberlangsung.

 

“Target pengunjung Yuk Nabung Saham Expo kali ini menyasar pada karyawan di area sekitar SCBD Sudirman, masyarakat umum, mahasiswa, dan investor pasar modal. “ Ujar Direktur PT Bursa Efek Indonesia,  Nicky Hogan , di Jakarta, Rabu, 16 Desember 2015.

 

Sekedar mengingatkan kembali bahwa Konsep menabung dalam program Yuk Nabung Saham mengacu pada paradigma masyarakat Indonesia yang masih berpegang pada budaya menabung (saving society). Kampanye yang dibuat dengan bahasa sederhana dan menarik, namun menimbulkan keingintahuan masyarakat diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk mulai berinvestasi, dari budaya menabung menjadi berinvestasi.(az)

BACA JUGA:   Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Sumatera Utara, Menteri Dody Tinjau Ruas Medan–Tapanuli Selatan
Previous Post

Bankir Pun Ragu Kondisi Ekonomi Pulih Tahun Depan

Next Post

Balitbang PB HMI Sosialisasikan Revolusi Mental Untuk Pemuda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR