TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Diproyeksikan Terkoreksi

Agus Haryanto
20 December 2021 | 07:32
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (20/12/2021) awal pekan ini diproyeksikan terkoreksi.

Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul Sentimen Global dan Regional, IHSG Diperkirakan Terkoreksi.

Pada penutupan Jumat pekan lalu (17/12), pasar AS bergerak melemah. Index Dow Jones turun 1,48%, S&P 500 melemah 1,03%, dan Nasdaq 0,07%. Beberapa kata yang menjadi perhatian investor AS pada pekan ini adalah adanya rilis data PDB dengan ekspektasi berada di 2,1% qoq, serta data klaim pengangguran awal yang diekspektasikan akan menurun 205 ribu.

Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung melemah pada Jumat lalu. Minyak WTI melemah 2,87% ke level USD 70,3/bbl, brent melemah 2,72% ke level USD 72,98/bbl. Harga batubara 0,3% ke level USD 168/ton, sedangkan nikel menguat 0,01% ke level USD 19.625/ton, dan CPO 0,04% ke level MYR 4.879/ton. Harga emas terpantau meningkat 0,6% di level USD 1.809/toz.

Bursa Asia ditutup melemah pada Jumat (17/12) lalu. Kospi 0,4%, Nikkei melemah 1,8%, Hang Seng 1,2% dan Shanghai 1,2%. IHSG ditutup naik 0,11% pada perdagangan Jumat lalu (17/12) ke level 6.601, dengan net buy sebesar Rp 123,4 miliar. Pasar reguler mencatatkan net sell sebesar Rp 82,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 205,9 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat BBCA (Rp 275,4 miliar), ARTO (Rp 46,1 miliar), dan ITMG (Rp 28,1 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 205,7 miliar), BMRI (Rp 104,8 miliar), dan ASII (Rp 78,3 miliar). Top leading mover adalah BBCA, TPIA, dan BYAN, sedangkan SMMA, BMRI, dan BBRI.menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   IHSG bisa Rebound di Awal Pekan, Ini 6 Saham Rekomendasi BNI Sekuritas

Terjadi penambahan 164 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (19/11) dengan tingkat positif sebesar 0,1% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 4.923).

Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,74% dan Nikkei dibuka melemah 0,83%. “Kami memperkirakan IHSG akan terkoreksi hari ini, seiring dengan sentimen pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Apple3 Condovilla Masuk Topping Off

Next Post

Hutama Karya Imbau Berhati-hati Lintasi Jalan Tol saat Pemeliharaan dan Perbaikan Rutin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR