Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (20/12/2021) awal pekan ini diproyeksikan terkoreksi.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul Sentimen Global dan Regional, IHSG Diperkirakan Terkoreksi.
Pada penutupan Jumat pekan lalu (17/12), pasar AS bergerak melemah. Index Dow Jones turun 1,48%, S&P 500 melemah 1,03%, dan Nasdaq 0,07%. Beberapa kata yang menjadi perhatian investor AS pada pekan ini adalah adanya rilis data PDB dengan ekspektasi berada di 2,1% qoq, serta data klaim pengangguran awal yang diekspektasikan akan menurun 205 ribu.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung melemah pada Jumat lalu. Minyak WTI melemah 2,87% ke level USD 70,3/bbl, brent melemah 2,72% ke level USD 72,98/bbl. Harga batubara 0,3% ke level USD 168/ton, sedangkan nikel menguat 0,01% ke level USD 19.625/ton, dan CPO 0,04% ke level MYR 4.879/ton. Harga emas terpantau meningkat 0,6% di level USD 1.809/toz.
Bursa Asia ditutup melemah pada Jumat (17/12) lalu. Kospi 0,4%, Nikkei melemah 1,8%, Hang Seng 1,2% dan Shanghai 1,2%. IHSG ditutup naik 0,11% pada perdagangan Jumat lalu (17/12) ke level 6.601, dengan net buy sebesar Rp 123,4 miliar. Pasar reguler mencatatkan net sell sebesar Rp 82,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 205,9 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat BBCA (Rp 275,4 miliar), ARTO (Rp 46,1 miliar), dan ITMG (Rp 28,1 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 205,7 miliar), BMRI (Rp 104,8 miliar), dan ASII (Rp 78,3 miliar). Top leading mover adalah BBCA, TPIA, dan BYAN, sedangkan SMMA, BMRI, dan BBRI.menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 164 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (19/11) dengan tingkat positif sebesar 0,1% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 4.923).
Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,74% dan Nikkei dibuka melemah 0,83%. “Kami memperkirakan IHSG akan terkoreksi hari ini, seiring dengan sentimen pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
