-Thebusinessnews. Kementerian BUMN resmi u menggabungkan dua perusahaan reasuransi BUMN yakni PT Reasuransi Umum Indonesia (persero) dan PT Reasuransi Indonesia Utama (persero) menjadi Indonesia Re.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari transformasi perusahaan reasuransi nasional menuju perusahaan reasuransi yang besar..Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan keputusan penggabungan reasuransi ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pendirian perusahaan reasuransi nasional sejak 2013-2014.
“Keputusan penggabungan ini merupakan sejarah bagi reasuransi nasional,” ujar dia di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2015.
Dijelaskannya, pemerintah sudah memiliki roadmap yang didasarkan kajian-kajian dan kebutuhan akan perusahaan reasuransi nasional. Merger perusahaan reasuransi ini juga dipersiapkan untuk menghadapi pasar bebas ASEAN yang akan diberlakukan awal tahun depan.”Roadmap itu menyebutkan pemerintah harus memiliki reasuransi yang besar yang mampu bersaing dan unggul di pasar global,” papar Rini.
Ke depan, untuk memperkuat usahanya, Rini berharap Indonesia Re dapat melakukan sinergi dengan perusahaan BUMN lainnya.”Saya berpesan untuk menjaga integritas perusahaan ini. Saya juga menekankan untuk meningkatkan sinergi BUMN,” tutur dia.
Indonesia Re merupakan hasil tranformasi dari Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) yang oleh pemerintah dijadikan holding company perusahaan reasuransi nasional dan berganti nama menjadi PT Asei Reasuransi Indonesia (Asei Re) pada 2014. Kemudian, Asei Re betranformasi dengan perubahan nama menjadi PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) di awal 2015.(AZ)