TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Top, Hingga Medio Desember Jumlah Investor Pasar Modal Tumbuh 89,58%

Busthomi
24 December 2021 | 15:59
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan peningkatan jumlah investor pasar modal secara signifikan di tahun ini. Sejak akhir tahun 2020 hingga 17 Desember 2021, jumlah Single Investor Identification (SID) investor pasar modal Indonesia tumbuh 89,58% menjadi 7,3 juta SID.

Menurut Direktur KSEI Supranoto Prajogo, jumlah tersebut merupakan jumlah SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan jenis efek lain yang tercatat di KSEI, dengan komposisi 3,4 juta SID yang memiliki aset saham, 6,7 juta SID memiliki aset reksa dana dan 607 ribu SID memiliki aset SBN.

“Berdasarkan data yang tercatat di KSEI per tanggal 17 Desember 2021, investor pasar modal didominasi oleh 62,55% laki-laki, 59,84% usia di bawah 30 tahun, 32,88% pegawai swasta, 58,33% lulusan sarjana, 36,25% berpenghasilan 10-100 juta/bulan dan 69,84% berdomisili di pulau Jawa,” tutur Supranoto Prajogo, di Jakarta, dikutip Jumat (24/12/2021).

Supranoto juga mengatakan, 73,61% SID melakukan pembukaan rekening melalui selling agent fintech (financial technology). Sehingga, platform digital memang menjadi sarana yang banyak dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi pasar modal.

Saat ini, KSEI telah menyusun 30 program kerja, dimana 9 di antaranya merupakan program strategis, salah satunya adalah rencana pengembangan alternatif penyimpanan Dana Nasabah pada Sub Rekening Efek (SRE) untuk instrumen efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang dan Investor Fund Unit Account (IFUA) untuk instrumen reksa dana.

Program ini bertujuan untuk memberikan alternatif tempat penyimpanan dana dalam rangka penyelesaian transaksi di pasar modal. Guna mengantisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal, KSEI akan melakukan penambahan jumlah karakter kode klien dari 4 karakter menjadi 6 karakter.

BACA JUGA:   Capai Kinerja Positif, Laba Bersih SIG Naik Hingga 19,1%

Sejak 16 Desember 2021, KSEI telah memperoleh ijin prinaip dari Bank Indonesia sebagai peserta BI-FAST melalui surat Bank Indonesia No. 23/225/DPSP/Srt/B. Dengan menggunakan BI Fast, maka biaya transfer antar bank maksimal hanya Rp2.500.

Sementara itu, pengembangan teknologi digital lainnya berkaitan dengan pengembangan eASY.KSEI. Dalam waktu dekat, KSEI akan melanjutkan pengembangan eASY.KSEI agar dapat digunakan untuk penyelenggaraan e-RUPEBUS (rapat umum pemegang efek bersifat utang) dan e-RUPUP (rapat umum pemegang unit penyertaan) secara daring. eASY.KSEI juga akan dilengkapi dengan dukungan terkait multi-voting shares atau saham dengan hak multiple.

FOTO: Rendy

Tags: investorkseipasar modal
Previous Post

Di Usia ke-24, KSEI Sukses Kembangkan Digitalisasi di Pasar Modal

Next Post

Genjot Potensi Perdagangan, LPEI Boyong UKM Indonesia ke Dubai Expo 2020 Dubai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR