Jakarta, TopBusiness—Pabrik smelter biji nikel PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang berlokasi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, berkapasitas 1,8 juta ton per tahun.
“Perusahaan ini memberikan nilai tambah yang tidak sedikit, dari biji nikel yang diolah menjadi feronikel, nilai tambahnya meningkat sebesar 14 kali lipat. Apabila dari biji nikel diolah menjadi billet stainless steel, nilai tambahnya meningkat 19 kali lipat,” kata Menteri Perindustrian RI Agus Kartasasmita, secara tertulis hari ini.
“Oleh karenanya, dengan penambahan investasi oleh PT GNI ini, program hilirisasi mineral berbasis sumber daya alam di tanah air bisa semakin cepat pencapaiannya. Hal ini melengkapi lini produksi yang dilakukan oleh pabrik smelter PT Obsidian Stainless Steel di Konawe, Sulawesi Tenggara,” papar menteri tersebut saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau pabrik tersebut (27/12).
Obsidian Stainless Steel merupakan industri smelter penghasil feronikel dengan kapasitas sebesar 1,2 juta ton per tahun, dan memproduksi billet stainless steel dengan kapasitas 1 juta ton per tahun.
Selain itu, terdapat PT Virtue Dragon Nickel Industry, yang juga merupakan pabrik smelter penghasil feronikel dengan kapasitas mencapai 1 juta ton per tahun.
“PT GNI, PT Obsidian Stainless Steel, PT Virtue Dragon Nickel Industry, merupakan satu grup yang telah dan akan menjadi bagian dari rencana besar pemerintah Indonesia untuk mendorong hilirisasi industri dalam peningkatan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri,” jelas menteri perinudstrian tersebut.
Total investasi dari ketiga industri smelter tersebut mencapai USD8 miliar, dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 27.000 orang. Dari perusahaan yang beroperasi, sudah mampu menyumbang kepada penerimaan negara berupa pajak sebesar Rp1,03 triliun sejak tahun 2019 hingga 2021.
