TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Kemungkinan Besar Alami Peningkatan

Agus Haryanto
12 January 2022 | 06:31
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (12/01/2022) besar kemungkinan alami peningkatan poin.

Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul IHSG Diperkirakan Menguat Seiring Penguatan Pasar Global.

Pada penutupan Selasa (11/1), pasar AS bergerak menguat. Dow Jones menguat 0,51%, S&P 500 0,92%, dan Nasdaq 1,41%, setelah pernyataan dari The Fed Jerome Powell di depan Kongres AS, yang tidak berisi pemberitahuan mengenai rencana untuk perubahan kebijakan apapun dibandingkan yang sudah disebutkan sebelumnya, termasuk rencana pengurangan perkiraan yang diperkirakan baru akan dimulai pada pertengahan atau akhir 2022. Hari ini, inflasi data CPI AS untuk periode Desember akan dirilis, dengan konvensi pasar di angka 0,4% (mom) atau 7,0% (yoy).

Pasar komoditas juga terpantau bergerak menguat. Minyak WTI menguat 3,94% ke level USD 81,31/bbl, brent 0,01% ke level USD 83,64/bbl. Harga batubara 0,31% ke level USD 196,5/ton, nikel 4,87% ke level USD 21.811 dan CPO 0,68% ke level MYR 5,366. Harga emas terpantau meningkat 0,4% di level USD 1.810/toz).

Sementara itu, bursa Asia bergerak cenderung melemah pada Selasa (11/1). Kospi flat, Nikkei melemah 0,9%, Hang Seng flat, dan Shanghai melemah 0,7%. IHSG ditutup melemah 0,64% pada perdagangan Selasa (11/1) ke level 6.648. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 1,1 triliun, sementara di pasar negosiasi tercatat net sell asing sebesar Rp 12,2 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh BBCA (Rp 474,8 miliar), TLKM (Rp 81,6 miliar), dan PGAS (Rp 65,7 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ANTM (Rp 34 miliar), BUKA (Rp 32,6 miliar), dan BBYB (Rp 26,5 miliar). BBCA, BBHI dan MEGA menjadi top leading mover, sedangkan EMTK, ARTO, dan DCII menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   WEGE Tebar Dividen Sebanyak Rp112,9 M

Terjadi penambahan 802 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada Selasa (11/1) dengan tingkat positif sebesar 0,2% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 6.659).

Pagi ini, Kospi menguat 0,86% dan Nikkei 1,13%. “Kami memperkirakan IHSG menguat hari ini, serupa dengan penguatan bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Di 2021 Resi Gudang Tumbuh 48%, KBI: Gabah, Timah, dan Ayam Karkas Beku Paling Banyak Diregistrasi

Next Post

Kembangkan Fasilitas Inap di Rest Area, Anak Jasa Marga Gandeng Omega Hotel Management

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR