TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tumbuh 13,9%, Uang Beredar Selama Desember jadi Rp7.867 T

Busthomi
24 January 2022 | 16:19
rubrik: Ekonomi
Ini Duit yang Disiapkan Bank Mandiri Jelang Lebaran

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) mencatat adanya peningkatan untuk uang beredar salaam periode Desember 2021. Tercatat, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2021 tumbuh meningkat.

Posisi M2 pada Desember 2021 tercatat sebesar Rp7.867,1 triliun atau tumbuh 13,9% secara year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 11,0% (yoy).

Demikian disampaikan oleh Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (24/1/2022).

“Peningkatan tersebut didorong oleh akselerasi uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 17,9% (yoy) dan uang kuasi sebesar 9,3% (yoy). M1 sendiri, sejak posisi data September 2021, terdiri dari uang kartal di luar Bank umum dan BPR, giro gupiah dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu,” tutur dia.

Pertumbuhan M2 pada Desember 2021 ini dipengaruhi oleh ekspansi keuangan pemerintah dan penyaluran kredit.

Tercatat, ekspansi keuangan pemerintah tercermin dari tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) yang tumbuh sebesar 37,7% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan November 2021 sebesar 30,4%.

“Penyaluran kredit juga tumbuh sebesar 4,9% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,4% (yoy),” pungkas dia.

Kredit yang diberikan tersebut terbatas hanya dalam bentuk pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker’s Acceptances), dan Tagihan Repo.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan bukan penduduk.

FOTO: Istimewa

BACA JUGA:   Program Padat Karya Bikin Petani Betah di Desa
Tags: biperbankanuang beredar
Previous Post

BUMN Komitmen Lakukan Hilirisasi Batu Bara

Next Post

Astra Life Gelar #BetterSandwichGen Masterclass Dukung Literasi Keuangan bagi Generasi Sandwich

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR