Jakarta-Thebusinessnews. Guna meningkatkan nilai transaksi harian di pasar modal,PT Bursa Efek Indonesia telah mengajukan perubahan fraksi harga dari empat menjadi lima fraksi harga saham. Diharapkan usul itu di setujui OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ) dalam semester I 2016.
Direktur PT Bursa Efek Indonesia, Alpino Kianjaya menyatakan pihaknya tengah menunggu persetujuan OJK sebelum memperlakukan fraksi harga tersebut.” Kami harap OJK menyetujui usul kami tersebut.” Ujar dia di Jakarta, Kamis, 6 Januari 2016.
Ia menjelaskan, fraksi harga yang baru terdari dari 5 fraksi. Dengan rincia harga saham lebih kecil dari Rp 200 maka fraksi Rp 1, Harga Rp 200 hingga Rp 500 fraksinya Rp 2, Harga saham Rp 500 hinga Rp 2000 fraksi Rp 5 , Harga Rp 2000 hingga Rp 2000 hingga Rp 5000 dengan fraksi Rp 10 dan harga saham diatas Rp 5000 dengan fraksi Rp 25.
Usul diatas menurut dia sesuai dengan masukan para pelaku pasar, baik investor ritel maupun investor institusi. Sebab dengan fraksi yang lama yakni harga saham hingga Rp 500 dengan fraksi Rp 1 dinilai tidak memicu investor ritel melakukan transaksi.” Harga dibawah Rp 500 hanya naik satu perak akan lama sekali mereka dapat keuntungan ” ujar dia dan umumnya harga sahama dibawah Rp 2000 an di minati oleh investor ritel.
Sedangkan bagi investor insitusi yang bermain di saham saham diatas Rp 5000 juga di akomodasi dengan tidak berubahnya fraksi harga. “Kami harap dengan fraksi harga baru ini akan terjadi peningkatan transaksi harian.” Ujar dia.
Seperti diketahui BEI telah memasang target peningkatan transaksi harian hingga Rp 15 triliun dalam 3 tahun mendatang ,sementara saat ini diantara Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun.(az)