Jakarta, TopBusiness—Dengan kemungkinan defisit anggaran RI untuk 2022 mendekati angka -3,9 hingga -4,0% dari PDB sementara yang dianggarkan yakni sebesar -4,85%, ada prediksi dari Ekonom Senior DBS Group Research, Radhika Rao.
“Kami memperkirakan defisit akan semakin mengecil menjadi -3% dari PDB pada 2023, saat relaksasi defisit berakhir, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang,” kata dia dalam analisis terbaru, yang diterima pada pagi ini oleh redaksi Majalah TopBusiness.
Jika konsolidasi fiskal lebih dikarenakan oleh pengeluaran yang lebih rendah ketimbang pendapatan yang lebih baik, ini akan menghasilkan dampak negatif terhadap pertumbuhan.
Radhika pun memaparkan, Bank Indonesia (BI) akan memulai normalisasi likuiditas domestik, dengan peningkatan bertahap dalam rasio cadangan wajib perbankan sebesar 6,5% pada September, secara efektif meraup Rp200 triliun.
“Kami menambahkan dua kenaikan sebesar 25 basis poin [untuk BI Rate] ke dalam asumsi kami untuk tahun ini, di luar kenaikan sebesar 25 basis poin yang sudah kami masukkan ke dalam perkiraan kami sebelumnya. Ini berarti tingkat suku bunga kebijakan akan mencapai 4,25% pada akhir tahun,” kata dia
