Jakarta, TopBusiness—Kementerian Perindustrian RI akan fokus terhadap salah satu isu yang dibahas pada pertemuan TIIWG (Trade, Investment, and Industry Working Group) G20 tahun ini. Yakni terkait penerapan industri 4.0.
“Tujuannya untuk memacu industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta terkait dengan tema besar dalam penguatan untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi,” kata Menteri Perindustrian RI, Agus G. Kartasasmita, secara tertulis tadi pagi.
“Melalui diskusi antarnegara anggota G20, kami berupaya mengakselerasi implementasi industri 4.0, meningkatkan pemerataan akses teknologi, memitigasi dampak negatif dari perubahan teknologi, serta memperkuat kolaborasi untuk mendukung industri yang inklusif, berkelanjutan dan pemulihan ekonomi global,” imbuhnya.
Isu Industri 4.0 dipilih karena memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, mengurangi konsumsi energi dan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya.
“Hal ini dapat memberikan peluang yang signifikan bagi anggota G20 untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencapai tujuan SDGs,” tegas menteri tersebut.
Keterangan tertulis dari Kementerian Perindustrian itu pun menjelaskan, pada Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia sebagai tuan rumah telah melakukan inisiatif dengan menambahkan nomenklatur industri dalam Trade and Investment Working Group. Sehingga menjadi Trade, Investment and Industry Working Group (TIIWG).
Meskipun bukan hal yang baru dan kerap dibahas, namun memang secara khusus format TIIWG baru ada saat ini.
