Jakarta, TopBusiness – Dalam daily research report dari samuel research team memperlihatkan indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia berpotensi terkoreksi.
Melalui Samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, terlihat tema Terdorong Sentimen Global dan Regional, IHSG Berpotensi Terkoreksi.
Pada penutupan Jumat lalu (11/2), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 1,43%, S&P 500 1,9%, dan Nasdaq 2,78%. Katalis yang akan diperhatikan investor asing minggu ini diantaranya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina, Meeting Minutes dari The Feds pada hari rabu, serta rilis data production price inflation AS di hari selasa nanti.
Pasar komoditas terpantau bergerak mayoritas menguat pada Jumat (11/2) lalu, minyak WTI menguat 4,51% ke level USD 93,93/bbl, brent 3,98% ke level USD 95,05.bbl. Harga batubara menguat 2,47% ke level USD 245/ton, sedangkan nikel melemah 0,02% ke level USD 23.521 dan CPO menguat 1,05% ke level MYR 5.800. Harga emas terpantau flat di level USD 1.826/toz).
Bursa Asia bergerak mayoritas melemah Jumat (11/2) lalu. Kospi melemah 0,1%, Nikkei menguat 0,4%, Hang Seng melemah 0,1%, sedangkan Shanghai melemah 0,7%.
IHSG ditutup melemah 0,12% pada perdagangan Jumat kemarin (11/2) ke level 6.815, dengan net buy sebesar Rp 963,3 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 783,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 179,9 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 176,8 miliar), BMRI (Rp 126,4 miliar), dan BBNI (Rp 113,5 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ANTM (Rp 48,2 miliar), UNVR (Rp 42,9 miliar), dan BBCA (Rp 39,6 miliar). Top leading movers adalah BBCA, DCII, dan BEBS, sedangkan TPIA, EMTK, dan BBRI menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 44.526 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (13/2) dengan daily positive rate sebesar 16,3% (overall positive rate: 9,3%; recovery rate: 89,6%; kasus aktif: 352.839).
Pagi ini Kospi closed dan Nikkei dibuka melemah 2,1%.
:Kami memperkirakan IHSG akan terkoreksi, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
