Jakarta, TopBusiness – Dalam daily research report dari samuel research team memperlihatkan tema IHSG Diperkirakan Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup mayoritas melemah. DJIA turun 0,49% di level 34.566 diikuti S&P500 (0,38%) sementara Nasdaq flat. Pasar masih terus mengamati perkembangan situasi Rusia – Ukraina serta kebijakan suku bunga The Fed, yang akan dibahas dalam pertemuan The Fed pada Rabu (16/2) mendatang.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent ditutup menguat (2,53%), begitu juga emas (0,98%) dan nikel (0,74%), sementara harga batubara melemah hingga 2,09%.
EIDO ditutup turun 0,04%, dengan IHSG melemah 1,19% pada Senin (14/2) ke level 6.734 dengan BBCA, TPIA dan ARTO sebagai top lagging movers. Net buy asing di pasar regular terpantau mencapai Rp 168,6 miliar saham yang mencatatkan nilai net sell tertinggi adalah BBCA (Rp 83,8 miliar), ARTO (Rp 52,8 miliar), dan ASII (Rp 28,8 miliar) sementara net buy asing dicetak oleh BBNI (Rp 176,9 miliar), BBRI (Rp 116,4 miliar), dan BMRI (Rp 79,2 miliar).
Sebanyak 36,501 kasus COVID-19 baru dilaporkan di Indonesia kemarin, dengan daily positivity rate sebesar 13,3% (total recovery rate: 89,2%, kasus aktif: 375.857).
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) baru saja merilis dala penjualan sepeda motor periode Jan-22, yang naik 12,5% mom. Selain itu, hasil survey BI menyebutkan bahwa Indeks Penjualan Ritel berpotensi tumbuh hingga 16% yoy pada Jan-22 (Dec-21: 13 8% yoy), didorong oleh sektor komoditas dan bahan bakar. Hari ini akan ada data ekonomi lain yang dirilis, yaitu data neraca dagang periode Jan-2022 yang diperkirakan surplus USD 198 juta (Dec-21: surplus USD 1,02 miliar).
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,38 persen, sementara Kospi dibuka menguat 0,29 persen. “Dengan mempertimbangkan pergerakan bursa global dan regional, kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
