Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (16/02/2022) diestimasikan bergerak menguat.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, berjudul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup lebih tinggi dengan Index Dow Jones naik 1,22%, S&P 500 1,58%, dan Nasdaq 2,53%. Pasar saham mengakhiri penurunan beruntun tiga hari terakhir setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan beberapa pasukan Rusia sedang ditarik mundur dari perbatasan Ukraina.
Pasar komoditas mayoritas bergerak mixed, harga minyak WTI turun 3,55% ke level USD 92,07/bbl, harga batubara turun 0,26% ke level USD 214,85/ton, nikel naik 0,78% ke level USD 23.881,5/ton, CPO naik 0,8% ke level MYR 5.867/ton dan emas terpantau turun 0,71% ke level USD 1.856/toz.
Kemarin, bursa Asia ditutup mixed. Index Shanghai ditutup naik 0,5% sedangkan Nikkei dan Hang Seng masing-masing ditutup turun 0,79% turun 0,82%. Indeks EIDO ditutup naik 2,27%, dan IHSG ditutup naik 1,08% ke level 6.807.5. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 615,7 miliar di pasar reguler, dan net buy sebesar Rp 352,3 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBNI (Rp 251,3 miliar), BBCA (Rp 113,6 miliar), dan TLKM (Rp 68,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak MDKA (Rp 52,2 miliar), ANTM (Rp 26,7 miliar), dan ICBP (Rp 26,4 miliar). Top leading movers emiten BBCA, ASII, TPIA, sementara top lagging movers emiten BEBS, BYAN, SCMA.
Terjadi penambahan 57.049 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positive rate sebesar 15,9% (recovery rate: 88,7%, kasus aktif: 406.025).
Pagi ini pasar Asia dibuka hijau dengan Kospi naik 1,52% dan Nikkei 2,09%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat pagi ini mengikuti global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
