Jakarta, TopBusiness – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kembali meraih akreditasi dari the College of American Pathologist (CAP), sebuah lembaga Akreditasi Internasional yang melakukan penilaian terhadap kualitas dan standar suatu laboratorium klinik dengan acuan Internasional. Tahun 2022 ini adalah kali kesepuluh Prodia memperoleh akreditasi CAP.
Direktur Utama Prodia Widyahusada (PRDA) Dewi Muliaty mengatakan, seiring dengan peningkatan kesadaran dan kebutuhan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan tersebut, maka konsistensi atas mutu dari suatu produk dan jasa pada layanan pemeriksaan kesehatan menjadi sangatlah penting.
Sebagai pioneer industri laboratorium kesehatan, Prodia senantiasa berkomitmen melayani masyarakat dengan standar laboratorium yang berkualitas dengan menghadirkan solusi layanan kesehatan terlengkap, terpercaya dan dapat diandalkan.
“Komitmen ini salah satunya diwujudkan lewat konsistensi Prodia Widyahusada dalam mempertahankan akreditasi Laboratory Accreditation Program (LAP) dari CAP selama 10 tahun terakhir,” ujar Dewi dalam keterangan pers, Jumat (18/2/2021).
Menurut Dewi, dengan keberhasilan yang telah diraih sejak 10 tahun lalu tersebut, PRDA menjadi laboratorium klinik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil mendapatkan akreditasi CAP, dan bergabung dengan 7 ribu laboratorium klinik ternama di dunia yang memegang akreditasi ini. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk tujuan preventif atau deteksi dini, agar masyarakat dapat mengetahui profil dan risiko kesehatannya.
Head of Prodia National Reference Laboratory Made Putra Semadhi mengatakan setiap akreditasi dan sertifikasi internasional yang diikuti Prodia Widyahusada bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaharui sistem manajemen mutu dan standar kualitasnya.
Harapannya, akreditasi CAP yang diperoleh PRDA ini dapat lebih meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa standar yang digunakan dalam implementasi layanan laboratorium kesehatan berjalan dengan kualitas tinggi.
“Kami menerapkan berbagai inovasi layanan, seperti melalui transformasi teknologi dan digital dengan penggunaan sistem barcode, atau layanan homecare. Hal itu agar kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan tetap dapat terpenuhi secara akurat dan mudah,” ujar Made.
Sementara itu, Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia Dr dr Lia Gardenia Partakusuma SpPK (K) MM MARS FAMM mengatakan penting bagi masyarakat untuk memilih laboratorium yang terpercaya dan dapat diandalkan agar mereka mendapatkan hasil tes kesehatan yang akurat.
Beberapa hal yang dapat dijadikan acuan bagi masyarakat dalam menentukan pilihan laboratorium adalah dengan pemenuhan persyaratan dasar seperti legalitas laboratorium, struktur organisasi, sarana dan pra-sarana, SDM yang kompeten, dan sistem pemantauan kualitas yang baik.
“Mutu dan kualitas laboratorium adalah sesuatu yang sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat, dan hal ini diperkuat juga dengan akreditasi yang diraih oleh sebuah laboratorium,” ujar dr Lia.
