Jakarta, TopBusiness—Klinik Desain Merek Kemas (KDMK) bentukan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian RI (Ditjen IKMA Kemenperin), telah memberikan pendampingan dan pembuatan desain kemasan dan merek bagi IKM.
“Tahun 2021 lalu Ditjen IKMA telah memfasilitasi sebanyak 200 desain kemasan dan 200 desain merek serta memberikan konsultasi kepada 95 IKM terkait desain merek dan kemasan,” kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, hari ini secara tertulis.
Saat ini, dengan hadirnya platform digital e-KDMK, antusias masyarakat yang mengunjungi laman tersebut sangat tinggi, terutama para pelaku IKM dan stakeholder kemasan.
“Hal ini terlihat dari banyaknya stakeholder yang sudah bergabung dalam platform digital, seperti rumah kemasan, supllier bahan kemasan, supplier teknologi pengemasan dan pelaku IKM,” sebut Reni.
Diluncurkan Desember 2021, e-KDMK bisa memertemukan berbagai pihak dalam ekosistem industri kemasan.
“Jadi, stakeholder pada ekosistem industri kemasan bisa bertemu di platform ini, tidak hanya pelaku IKM, tetapi juga pelaku industri percetakan dan printing, akademisi dan peneliti karena di dalam platform tersebut juga ada e-learning-nya,” papar Reni.
Kemenperin memproyeksi prospek bisnis industri kemasan akan semakin tumbuh seiring dengan maraknya wirausaha baru di sektor industri kecil dan menengah (IKM) khususnya produsen makanan dan minuman. Apalagi, industri kemasan memegang peranan penting dalam meningkatkan daya saing sebuah produk.
