TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG bisa Terkoreksi

Agus Haryanto
24 February 2022 | 08:21
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Dalam daily research report dari samuel research team memproyeksi indeks harga saham gabungan atau  IHSG bisa terkoreksi.

Melalui Samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, berjudul  Terdorong Sentimen Global dan Regional, IHSG Berpotensi Terkoreksi.

Pada penutupan Rabu kemarin, pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 1,38%, S&P 500 1,84%, dan Nasdaq 2,57% seiring dengan makin memanasnya tensi Rusia-Ukraina. Ukraina mengumumkan keadaan darurat pada Rabu waktu setempat, karena meningkatnya kekhawatiran bahwa Rusia dapat melaksanakan invasi kapan saja. 

Sementara itu, setelah memberikan sanksi ekonomi kepada sejumlah bank dan individu asal Rusia (untuk membatasi kemampuan Rusia memgumpulkan dana dari Barat), pemerintah AS bersiap mengenakan sanksi ekonomi kepada Nord Stream 2 AG, perusahaan yang ditugaskan untuk membangun pipa gas Nord Stream 2 Rusia. 

Mayoritas harga komoditas menguat pada Rabu (23/2), minyak WTI 0,55% ke level USD 92,8/bbl, Brent 0,41% ke level USD 94,78/bbl. Harga batubara 0,74% ke level USD 238/ton, nikel 1,19% ke level USD 24.850 dan CPO 2,39% ke level MYR 6.506. Sementara itu harga emas terpantau melemah 0,1% ke level USD 1.896/toz.

Bursa Asia bergerak mayoritas menguat pada Rabu (23/2). Kospi menguat 0,5%, Nikkei closed, Hang Seng 0,6%, dan Shanghai 0,9%. 

IHSG ditutup 0,85% ke level 6.920, dengan net buy asing sebesar Rp 966,8 miliar di seluruh pasar. 

Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 862,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing sebesar Rp 104,3 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 254,3 miliar), BBNI (Rp 100,2 miliar), dan EMTK (Rp 92 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BMRI (Rp 73,3 miliar), AVIA (Rp 26,4 miliar), dan ACES (Rp 14,1 miliar). BBCA, SUPR, dan BBRI menjadi top leading movers, sedangkan BEBS, ARTO, dan ISAT menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   Akhir Sesi Sore, IHSG Bertengger di Zona Positif

Terjadi penambahan 61.488 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada Rabu (23/2) dengan daily positivity rate sebesar 19,9% (overall positive rate: 9,7%; Infection rate: 10,7%; recovery rate: 86,6%; kasus aktif: 571.522).

Pagi ini Kospi dibuka melemah 1,23% dan Nikkei dibuka 0,6%. “Kami memperkirakan IHSG akan terkoreksi hari ini, dengan tekanan sentimen negatif dari bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Sukses Ciptakan Ribuan Desa BRIlian Jadi Program TJSL Unggulan BRI Peduli

Next Post

Indeks Terpantau Melemah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR